Madiun

Penangguhan Umrah Tidak Ganggu Haji

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kebijakan Pemerintah Arab Saudi menangguhkan jamaah umrah dipastikan tidak memengaruhi pemberangkatan calon jamaah haji (CJH) tahun ini. Sebab, kebijakan itu tidak berlaku untuk ibadah haji. ‘’Kebijakan itu berlaku hingga 13 Maret mendatang,’’ kata Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Madiun Ahmad Munir Minggu (1/3).

Munir menjelaskan, itu berdasarkan informasi resmi yang dirilis Pemerintah Arab Saudi. Kecuali terjadi situasi darurat yang mengakibatkan kebijakan itu diperpanjang. ‘’Sampai hari ini (kemarin, Red) belum ada informasi perpanjangan,’’ ujar Munir.

Sesuai instruksi pemerintah pusat, pihaknya meneruskan hasil koordinasi Jumat lalu (28/2) di Jakarta ke seluruh pihak terkait. Terutama pihak daerah yang terdampak kebijakan itu. Salah satunya penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) untuk mereskedul pemberangkatan calon jamaah umrah yang tertunda. ‘’Sejauh ini informasi tetap dari hasil koordinasi itu,’’ tuturnya.

Diketahui, akibat kebijakan penangguhan itu, calon jamaah umrah asal Indonesia yang tertunda berangkat pada 27 Februari mencapai 2.393 orang. Mereka  berasal dari 75 PPIU. Rencananya mereka diangkut delapan maskapai penerbangan. Di luar itu, tercatat 1.685 calon jamaah umrah tertahan di negara ketiga saat transit. Pun telah dipulangkan ke tanah air oleh airline yang bekerja sama dengan PPIU.

Munir menegaskan bahwa kebijakan itu diambil lantaran force majeure. Mempertimbangkan kesehatan serta mengantisipasi penularan virus korona pada seluruh jamaah umrah.

Sementara tahun ini Kota Madiun mendapat kuota jamaah haji reguler 189 orang. Jumlah itu kemungkinan masih bisa bertambah atau berkurang. Bisa saja ada jamaah dari kabupaten/kota lain masuk ke Kota Madiun. Atau sebaliknya. ‘’Biasanya perubahan itu terjadi setelah pelunasan,’’ ujarnya sembari menyebut CJH yang akan berangkat tahun ini adalah pendaftar November 2011 lalu.

Sedangkan daftar antrean mencapai 4.720 orang. Mereka mendaftar akhir 2011 hingga per 31 Desember 2019 lalu. Sementara pendaftar Januari tahun ini 60 orang. ‘’Semoga keadaan lekas membaik, dan mudah-mudahan negara kita terhindar dari penularan virus korona yang sangat berbahaya itu,’’ harapnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button