AdvertorialPonorogo

Penandatanganan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2020

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Legislatif dan eksekutif satu suara menjadikan pengentasan kemiskinan sebagai program prioritas. Seiring telah disepakatinya kebijakan umum anggaran prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) tahun anggaran 2020. ‘’Sejumlah program pengentasan kemiskinan di banyak bidang akan mendapat porsi lebih besar di tahun depan,’’ kata Wakil Ketua DPRD Miseri Effendi Selasa (30/7).

Kesepakatan legislatif dan eksekutif terjalin dalam rapat paripurna penandatanganan nota kesepakatan KUA-PPAS 2020, Senin lalu (29/7). Secara makro, belanja daerah diproyeksikan Rp 2,19 triliun. Angka tersebut turun dibandingkan belanja daerah tahun ini. ‘’Karena menyesuaikan proyeksi pendapatan yang juga menurun,’’ ujarnya.

Dari sisi pendapatan, DPRD dan pemkab memproyeksikan total pendapatan daerah Rp 2,17 triliun pada tahun depan. Secara rinci, pendapatan daerah ditopang paling besar dari dana perimbangan yang diproyeksikan Rp 1,44 triliun. Disusul Rp 280,1 miliar dari pendapatan asli daerah (PAD) dan Rp 449,3 miliar dari pos pendapatan lain-lain yang sah. Secara makro, fokus belanjanya untuk menjalankan program-program pengentasan kemiskinan. Di antaranya, pengentasan stunting, bedah rumah, hingga perbaikan sanitasi lewat jambanisasi. Selain pengentasan kemiskinan, belanja infrastruktur juga tetap diprioritaskan. ‘’Termasuk infrastruktur di wilayah-wilayah pinggiran,’’ tutur Miseri yang juga menjabat wakil ketua badan anggaran DPRD itu.

Sekda Agus Pramono menguraikan sejumlah program yang akan dilakukan untuk mengentas kemiskinan. Jambanisasi yang sudah dilakukan akan dilanjutkan dan ditingkatkan anggarannya. Pemkab juga bakal membedah rumah yang masih terkategori rumah tidak layak huni (RTLH). Catatan terakhir sekda, masih ada sekitar 25 ribu unit rumah tergolong RTLH. ‘’Wacananya sekitar Rp 10 juta per rumah,’’ sebutnya. (naz/c1/fin/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button