Pacitan

Pemusatan Penanganan Korona di Pacitan Tak Disambut Hangat

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Isolasi terpusat (isoter) Wisma Atlet Pacitan tak laku. Saban hari jumlah penghuni tempat karantina pasien Covid-19 itu bisa dihitung dengan jari. Minggu (5/9), misalnya, hanya tiga pasien yang menempati gedung di Kelurahan Sidoharjo itu. Jauh ketimbang kasus aktif daerah yang tembus 185 pasien.

Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono menyayangkan tak maksimalnya fasilitas penanganan pasien korona tersebut. Padahal, kebijakan isoter dipandang salah satu jalan untuk menekan persebaran Covid-19. Selain pasien bakal mendapat perhatian lebih, angka kematian diharap mampu ditekan. Jangan sampai ada pasien isolasi mandiri (isoman) yang meninggal dunia lantaran luput pemantauan. ‘’Tentu kalau isoman lebih sulit bagi petugas medis memantaunya karena tersebar. Jadi, isoter ini bisa jadi solusi baik,’’ papar Ronny.

Satgas diharap dapat meningkatkan animo pasien isoter. Meski tanpa paksaan, mereka yang terpapar sudi dan sadar dijemput ke wisma atlet. Terlebih, wisma atlet kini berbeda dengan sebelumnya. Suasana wisma saat ini dipandang lebih ceria dengan serangkaian aktivitas yang disediakan petugas. ‘’Di wisma tentu bisa komunikasi dengan pasien lain, saling menguatkan. Jadi, pola pikirnya harus diubah,’’ jelas politisi Partai Demokrat itu. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button