Ngawi

Pemudik yang Turun di Tol Dipasangi Gelang sebagai Tanda ODR

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Larangan mudik yang diterapkan oleh pemerintah ternyata banyak diabaikan warga. Terbukti masih ada sebagian pemudik yang nekat pulang kampung. Sabtu lalu (2/5), misalnya. Petugas mengamankan enam orang pemudik dari Jakarta yang kedapatan turun di jalan tol. ‘’Mereka sengaja diturunkan di dekat flyover Ngale untuk menghindari pemeriksaan di pintu keluar tol,’’ kata Kepala Desa (Kades) Ngale Yan Teguh Wibowo Minggu (3/5).

Adalah sekuriti rest area Ngawi yang mengetahui aktivitas pemudik turun di jalan bebas hambatan tersebut. Mereka kemudian dilaporkan kepada Satgas Covid-19 Desa Ngale, Kecamatan Paron, untuk ditindaklanjuti. ‘’Kami lakukan pendataan sekaligus pemeriksaan suhu tubuh. Mereka juga kami wajibkan untuk mandi dulu,’’ ujarnya.

Teguh menambahkan, mereka juga dipasangi gelang. Benda yang melekat di pergelangan tangan itu sebagai tanda orang dengan risiko (ODR). Mereka juga diwajibkan untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari. ‘’Tidak hanya itu, mereka yang tertangkap juga kami imbau untuk melapor ke kantor desa masing-masing dan fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan,’’ terangnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengamatan di lapangan, Teguh mengungkapkan bahwa para pemudik yang kedapatan turun di jalan tol biasanya menumpang bus malam. ‘’Ada yang bus dari Jakarta, ada juga yang berasal dari luar pulau,’’ sebutnya.

Sementara terkait waktu kepulangan para pemudik itu biasanya lewat tengah malam. Terhitung antara pukul 01.00–07.00. ‘’Tapi ada juga yang di luar jam tersebut karena mereka memakai kendaraan pribadi atau carteran,’’ ujar Teguh.

Menurut dia, pengawasan bakal ditingkatkan seiring modus pemudik untuk pulang kampung. Seperti penjagaan di posko bakal dilakukan secara berkala. ‘’Jika hal ini tidak segera ada tindakan tegas, takutnya masyarakat yang geram akan melakukan hal tidak diinginkan,’’ bebernya.

Di samping itu, perlu adanya sanksi tegas bagi perusahaan otobus (PO) yang kedapatan sopir mereka menurunkan penumpang di jalan tol. ‘’Kalau tidak segera ditertibkan tentunya masalah ini akan terus berlanjut,’’ kata Teguh. (mg1/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close