Mejayan

Pemprov Jatim Dorong Optimalisasi Kakao di Kabupaten Madiun

CARUBAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pemprov Jatim menyayangkan kondisi melimpahnya kakao di Kabupaten Madiun yang belum termanfaatkan optimal. Bahkan, nilai tambah hasil produksi jenis tanaman yang habitat aslinya di kawasan Amerika Selatan itu disedot daerah lain.

Hal itu menjadi pembahasan hangat dalam musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) 2021 Rabu lalu (17/3). ‘’Madiun ini merupakan kabupaten sentra penghasil kakao, tapi belum menjadi sentra penghasil olahan kakao,’’ kata Kepala Dinas Perkebunan Jatim Karyadi.

Karyadi mengungkapkan bahwa Gubernur Khofifah Indar Parawansa menginginkan pengembangan kakao dari hulu hingga hilir pada 2022. Itu sesuai jargon Jatim Agro yang dicanangkan Khofifah. Yakni, petik, olah, kemas, dan jual. ‘’Kalau Kabupaten Madiun mampu mengolah sampai hilir, maka nilai tambah itu ada di masyarakat setempat,’’ tuturnya.

Dia menyebut bahwa beberapa daerah menggantungkan pasokan kakao dari Kabupaten Madiun. Salah satunya Jogja. Namun, selama ini masih berupa bahan mentah. ‘’Pemprov sudah pernah membantu mesin pemisah lemak dan powder senilai Rp 500 juta, tapi belum dimanfaatkan optimal,’’ ujar pria yang juga Plt kepala Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Madiun itu. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button