Madiun

Pemkot Perbolehkan Hajatan, tapi Larang Live Music

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Banyak kelonggaran selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro jilid III di Kota Madiun. Antara lain hajatan. Jika sebelumnya undangan hanya diizinkan 30 orang, kini menjadi 50 orang tiap sif dengan batasan maksimal tiga sif.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Agus Purwowidagdo menyatakan bahwa live music dalam hajatan tetap dilarang. Dalihnya, rawan terjadi kerumunan. Pun berisiko menyebarkan virus korona. ‘’Mohon dimaklumi, live music atau electone dalam hajatan belum diizinkan. Putar kaset atau CD (compact disc, Red) saja,’’ pintanya, Sabtu (13/3).

Sedangkan hajatan tidak menjadi soal. Asalkan mematuhi aturan yang berlaku. Utamanya, protokol kesehatan (prokes) dijalankan dengan ketat. Juga mendapatkan persetujuan atau izin dari Satgas Covid-19 Kota Madiun. ‘’Prosedurnya melalui izin dulu, surat dikirim ke wali kota Madiun selaku ketua Satgas Covid-19,’’ jelasnya.

Terkait kriteria lokasi yang diizinkan, resepsi pernikahan boleh digelar di kelurahan atau RT yang berstatus zona hijau dan kuning. Sementara lingkungan berstatus zona merah dilarang total. Diketahui, dari total 1.025 RT di kota ini nihil zona merah. ‘’Zona merah tidak ada, zona kuning ada, boleh,’’ sebutnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close