Madiun

Pemkot Madiun Terus Evaluasi Gelaran Sunday Market

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Gelaran Sunday Market di Taman Bantaran Kali Madiun harus terus dievaluasi pemkot. Khususnya, sajian-sajian event pendukung agar pengunjung konsisten datang. ’’Misinya pemkot sudah bagus, tapi harus tetap ada pembenahan dalam pelaksanaan,’’ kata Safiul Anam, salah seorang pedagang baju.

Dia mengaku penjualannya masih sekitar 25-30 persen. Sebelum pindah dari car free day (CFD) Jalan Pahlawan, sudah disampaikan agar dicoba terlebih dulu. Namun, dengan melihat pelaksanaan pada hari kedua Sunday Market kemarin, butuh solusi lagi. ’’Mudah-mudahan ke depan berjalan semakin baik,’’ harap pria asal Rejomulyo itu.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun, hari kedua kemarin memang tak seramai pada Sunday Market perdana. Para pedagang juga tak semua sampai siang. Sebenarnya, sesuai aturan boleh berjualan sampai pukul 12.00. Namun, pada pukul 09.30 sudah mulai sepi. Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun Gaguk Hariyono mengatakan bahwa setiap pelaksanaan Sunday Market tetap dievaluasi. ’’Seperti hari kedua, ada pedagang baru yang tiba-tiba nyelonong, juga ada pedagang lama yang tidak berjualan,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk pedagang baru langsung didata. Sedangkan pedagang lama, jika sampai tiga kali berturut-turut tidak berjualan, maka akan dievaluasi bersama dengan paguyuban.  ’’Tempat itu nantinya akan dipakai pedagang lain,’’ jelasnya.

Kemudian, menanggapi keluhan terkait pendapatan, menurutnya itu akan relatif dan bertahap. Tergantung dengan ikhtiar masing-masing. ’’Kenyataannya ada yang merasa kurang, tapi ada yang menyampaikan pendapatannya luar biasa, ini kan beda-beda. Jadi, masih kita evaluasi terus,’’ ucapnya.

Gaguk menyebut, jika dibandingkan car free day, jelas masih jauh. Karena CFD sudah lama digelar. Sedangkan Sunday Market baru berjalan dua kali. ’’Saya lihat dengan kondisi yang baru bisa seperti itu (pendapatan, Red), berarti ke depannya bisa lebih baik lagi,’’ ujarnya.

Selanjutnya, terkait kelayakan tempat. Beberapa pedagang tampak payungnya diterpa angin. Terkait hal itu, Gaguk menyebut hal serupa juga terjadi di CFD. ‘’Kalau tenda seperti itu diterpa angin kan berarti perlu bagaimana penempatannya. Saya kira pedagang sudah tahu sendiri gimana cara menyiasatinya. Kondisinya seperti itu,’’ jelasnya. (mgd/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait