Madiun

Pemkot Madiun Terancam Krisis Abdi Negara

6 Jabatan Tinggi Pratama Kosong

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun terancam krisis aparatur sipil negara (ASN). Menyusul informasi seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2020-2021 ditiadakan. Bahkan, enam jabatan pimpinan tinggi pratama masih kosong. Yakni, dua staf ahli, satu asisten, kepala dinas lingkungan hidup (DLH), kepala dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil), serta kepala badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol).

Namun, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Haris Rahmanudin memastikan kekosongan itu tidak memengaruhi kinerja organisasi perangkat daerah (OPD). Pasalnya, diisi pelaksana tugas (Plt). Penyesuaian tugas sementara itu mempertimbangkan kompetensi bidang masing-masing. ‘’Kinerja organisasi tetap jalan,’’ kata Haris Minggu (2/8).

Kendati demikian, Haris belum dapat memastikan kapan enam jabatan itu terisi. Menurut dia, masih menunggu instruksi wali kota. Mekanisme pengisian dapat dilaksanakan melalui lelang jabatan. Atau mutasi antar jabatan tinggi pratama. ‘’Instruksi beliau (wali kota, Red) setelah pandemi mereda concern ke situ,’’ ujarnya.

Sejatinya, lelang jabatan itu telah direncanakan dimulai Januari lalu. Namun, hingga kini belum ada kepastian. Termasuk rencana mutasi eselon II. ‘’Tahun ini mungkin,’’ sebutnya.

Selain itu, terdapat 55 PNS yang memasuki usia pensiun tahun ini. Harapannya, tertutupi dari hasil seleksi CPNS 2019 yang prosesnya masih tertunda. Diperkirakan seleksi kompetensi bidang (SKB) digelar September-Oktober. ‘’Semoga segera ada kabar terkait SKB,’’ harapnya.

Krisis itu makin berat jika rekrutmen CPNS 2021-2022 ditiadakan. Padahal pemkot harus mencari pengganti sedikitnya 180 PNS yang pensiun setiap tahun. Pun menjalankan amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11/2011 bahwa posisi ASN yang pensiun harus segera terisi.

Sementara solusi rekrutmen tenaga kontrak terbentur aturan. Mau tidak mau, pemkot harus menempuh jalan optimalisasi ASN. Serta menangkap potensi ASN yang ingin mutasi dan berkarir di Kota Madiun. ‘’Secara itungan tetap kurang,’’ sebutnya. (kid/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close