Madiun

Pemkot Madiun Siapkan Rp 6 M untuk Belanja Pengadaan Alat Rapid Test Antigen

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Penanganan Covid-19 di Kota Madiun membutuhkan biaya besar. Sampai-sampai pemkot berencana menambah anggaran belanja tidak terduga (BTT) menjadi Rp 61 miliar pada perubahan APBD 2021.

Nantinya separo dari dana cadangan itu dialokasikan untuk prioritas penanganan Covid-19 serta mengatasi dampak sosial ekonominya. Pemkot ingin all-out melindungi masyarakat dari sisi kesehatan. Sebab, pada APBD 2021 pagu anggaran BTT hanya Rp 3 miliar.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut, pos anggaran BTT paling banyak untuk pembiayaan fasilitas dan sarana penunjang kesehatan. Termasuk pembiayaan RS Lapangan di Wisma Haji yang telah beroperasi. ‘’Paling banyak untuk bidang kesehatan, hampir 50-60 persen,’’ kata Maidi, Jumat (13/8).

BTT juga dialokasikan untuk jaring pengaman sosial (JPS). Khususnya, meng-cover warga terdampak yang belum mendapat bantuan. Dari data awal, terjaring 7.200-an calon penerima manfaat. Setelah divalidasi, terdeteksi sekitar 5.000 warga yang belum ter-cover bantuan baik dari provinsi maupun pusat. ‘’Bansos nanti kita berikan untuk yang belum dapat bantuan,’’ ujarnya.

Maidi menambahkan, BTT juga dialokasikan untuk perluasan testing, tracing, dan treatment (3T). Yakni, Rp 6 miliar untuk belanja pengadaan alat rapid test antigen. Alat tersebut disebar di setiap RT guna mendeteksi sebanyak-banyaknya kasus konfirmasi. ‘’Kita coba per RT nanti. Jadi, tracing lebih luas,’’ tuturnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button