Madiun

Pemkot Madiun Siapkan Rp 1,2 Miliar Rapid Test 1.961 Guru

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot merogoh anggaran Rp 1,2 miliar untuk me-rapid test 1.961 guru. Jumlah itu mengacu pada data guru TK, SD, dan SMP baik PNS maupun non-PNS di lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun per April 2020.

Rabu kemarin (10/6), guru bimbingan konseling (BK), kepala, dan pengawas SDN dan SMPN yang totalnya mencapai 132 orang dinyatakan nonreaktif. Mereka menjalani tes cepat pemeriksaan imuno dan serologi terhadap SARS-Cov-2 antibody test lebih dahulu untuk persiapan penerimaan peserta didik baru (PPDB). ‘’Kami rapid test dulu sebelum ada ketetapan dari pusat kapan sekolah masuk,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Maidi menegaskan tes cepat sengaja menyasar guru yang bakal menghadapi banyak siswa. Dia tidak ingin sekolah menjadi klaster baru penyebaran Covid-19. Dua minggu sebelum masuk sekolah, seluruh guru di sekolah negeri wajib menjalani rapid test. ‘’Kalau guru belum rapid test, tidak boleh ngajar dan tidak boleh masuk sekolah,’’ ujarnya.

Belum ada petunjuk pasti kapan sekolah kembali masuk. Keputusan yang sudah final sejauh ini sebatas awal tahun ajaran baru pada 13 Juli mendatang. Mengacu itu maka seluruh proses yang terjadwal di kalender pendidikan harus dilaksanakan. Termasuk PPDB, kenaikan kelas, dan libur semester. ‘’Apakah nanti 13 Juli atau tahun depan, kami masih tunggu instruksi lanjutan dari pusat,’’ ungkapnya.

Maidi juga kembali mengingatkan seluruh sekolah menerapkan protokol kesehatan saat PPDB. Sekaligus memaksimalkan teknologi mutakhir demi mengurangi kontak fisik. ‘’Protokol kesehatan tidak boleh dilepaskan dan harus disiplin menjalankannya,’’ tegasnya. (kid/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close