AdvertorialMadiun

Pemkot Madiun Raih Top 10 Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik 2020

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Prestasi tingkat nasional diperoleh Pemkot Madiun. Kementerian PAN-RB menetapkan pemkot masuk top 10 kompetisi Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik tahun 2020.

Keputusan pemenang tertuang dalam pengumuman yang diteken Deputi Bidang Pelayanan Publik Kemenpan RB, Diah Natalisa No. B.1246//PP.03/2020 tertanggal 17 November 2020. Adapun dalam kompetisi itu, Pemkot Madiun meraih pengarhamgaan pada kategori Pengelola Aspek dengan Keberlanjutan Inisiatif Terbaik.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan, keberhasilan daerah yang dipimpinnya meraih penghargaan tersebut karena sejumlah inovasi berhasil diciptakan. Termasuk menyiapkan sarana prasarana guna menunjang pengaduan pelayanan publik. Seperti tersedianya akses wifi gratis untuk mendukung pengaduan secara online.

Kemudian layanan call center 112 yang memudahkan masyarakat melaporkan berbagai informasi kegawatdaruratan. Seperti pohon tumbang, kebutuhan ambulans dan lain sebagainya. Selain itu, juga ada media sosial dan PPID yang melayani setiap laporan warga. Kanal pengaduan tersebut terintegrasi pada aplikasi Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N) Layanan dan Pengaduan Online Rakyat (LAPOR).

“Wujud nyata kita layani dan respon semua pengaduan masyarakat. Kalau yang sifatnya rutinitas, tetap pelayanannya cepat. Tapi, kalau pengaduan yang sifatnya perlu dikoordinasikan antar OPD, kami ada jadwalnya. Kami sudah komitmen itu. Bisa dilihat, tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah daerah seperti apa, itu salah satu indikatornya,” ungkap Maidi.

Mantan Sekda Kota Madiun itu menambahkan raihan prestasi tersebut tidak lantas membuat pemkot berpuas diri. Justru kinerja dan pelayanan kepada masyarakat lebih ditingkatkan. Misalnya setiap minggu dikakukan evaluasi dan dihitung jumlah pengaduan yang masuk. Termasuk cara penanganan yang dilakukan.

“Dari situ kita cek. Apakah jawaban atas pengaduan yang disampaikan masyarakat sudah tuntas atau belum. Jika ada respon dengan ucapan terimakasih, berarti pengaduan tersebut sudah tuntas. Tapi, belum ada respon dari pengaduya kita evaluasi,” terangnya.

Maidi mengungkapkan selama pandemi pemkot juga menciptakan inovasi berkaitan dengan penanganan Covid-19. Di antaranya membentuk tim Pendekar Waras (Penegak Disiplin Protokol Kesehatan Tangkal Corona Virus agar Warga Sehat). Tim tersebut bertugas mengawasi setiap kegiatan warga yang tidak menerapkan prokes. Selain itu, juga dibentuknya Pendekar Obat di RSUD Kota Madiun yang bertugas mengantar obat ke rumah pasien. Sehingga, masyarakat tidak perlu antre saat mengambil obat di rumah sakit. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
               
         
close