Advertorial

Pemkot Madiun Peringati HUT ke-76 RI secara Sederhana

Dari Balaikota Sampai Tujuh Titik Persimpangan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Meski sederhana Upacara peringatan HUT RI ke 76 di Balai Kota Madiun penuh sarat makna. Upacara digelar Selasa (17/8) pukul 07.00 dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dan peserta terbatas. Diikuti perwakilan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) dipimpin Wali Kota Madiun Maidi.

Pandemi mengajarkan banyak hal termasuk membentuk masyarakat lebih tangguh menghadapi perubahan. Dalam sambutannya, Maidi berpesan agar masyarakat meningkatkan solidaritas dan gotong-royong menghadapi ujian ini. ‘’Pandemi menjadi refleksi, masyarakat lebih adaptif dalam menyikapi perubahan. Mari bersatu padu mewujudnyatakan Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh,’’ kata Maidi.

Maidi menambahkan selaras mendukung percepatan pemulihan ekonomi, pemerintah telah mengoptimalkan UMKM. Salah satunya gerakan mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) belanja produk UMKM kelurahan. Tujuannya menggerakkan roda ekonomi lingkungan. ‘’Membantu UMKM menjadi kunci membangkitkan laju ekonomi di Kota Madiun dan didukung seluruh stakeholder,’’ lanjutnya.

Sementara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI mengikuti upacara di Jakarta secara virtual di Government Chief Information Officer (GCIO) Diskominfo Kota Madiun. Diikuti forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda) dan perwakilan OPD di lingkup pemkot. Pada sisi lain, tepat pukul 10.17 saat detik-detik pembacaan proklamasi seluruh aktivitas masyarakat berhenti.

Petugas gabungan dari polisi, TNI, Satpol PP dan Damkar, Dishub, BPBD, Pramuka disebar di tujuh titik persimpangan. Yakni Simpang Lima Patung Pendekar, Patung Pecel Jalan Pahlawan, Pertigaan Mancaan, Pos 903 Rejoagung, Pos 901 Kolonel Marhadi, Simpang empat Sleko dan Simpang empat Te’an. Tiap titik turut ditempatkan paskibra yang bertugas membawa bendera.

Pantauan Jawa Pos Radar Madiun di Simpang Lima Patung Pendekar barisan paskibra dan pembawa bendera melangkah tegap berhenti di tengah persimpangan. Petugas lain memberhentikan para pengendara untuk mematikan kendaraan sejenak. Mereka turun dari kendaraan mengambil sikap hormat dengan khidmat. Momen untuk memeringati hari bersejarah Indonesia itu berlangsung tiga menit sebelum akhirnya aktivitas pengendara berjalan normal. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button