Madiun

Pemkot Madiun Percepat Tata Wajah Kawasan Kumuh

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana Pemkot Madiun menata permukiman warga di Jalan Puter terus menggelinding. Selain menyiapkan konsep rumah deret seperti yang diusulkan oleh Sekda Rusdiyanto, pemkot juga mengajukan kembali pembangunan rumah susun sewa (rusuwa) tambahan ke Kementerian PUPR.

Kepala Disperkim Kota Madiun Soeko Dwi Handiarto menyatakan, pembangunan rusuwa dianggap lebih efisien. Selain karena masterplannya sudah ada, usulan penambahan rusuwa tahap kedua juga telah diajukan ke pemerintah pusat. ’’(Usulan) anggarannya sekitar Rp 20 miliar,’’ katanya.

Dia mengungkapkan bahwa saat ini semuanya sedang berproses. Bahkan, seluruh persyaratan sudah disampaikan ke Kementerian PUPR. Termasuk di antaranya soal dokumen UKL-UPL serta analisis mengenai dampak lingkungan lalu lintas (amdal lalin). ‘’Secara personal juga sudah kami sampaikan saat musrenbang untuk dibiayai APBN,’’ ungkap Soeko.

Supaya usulan itu dapat terealisasi pada tahun depan, Soeko menyatakan bakal berkoordinasi secara intensif dengan Kementerian PUPR. Apalagi, kebutuhan anggaran yang diajukannya sama seperti pembangunan rusuwa tahap pertama di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo. ’’Mungkin kami perlu koordinasi lebih intensif dengan Kementerian PUPR agar bisa dipastikan rusuwa dibangun tahun 2020,’’ terang mantan sekretaris disperkim tersebut.

Meski demikian, kebutuhan anggaran yang diajukan itu hanya diperuntukkan satu tower block. Dengan bangunan empat lantai yang terdiri dari 50 kamar. Tidak seperti rusuwa tahap pertama yang terdiri dari bangunan lima lantai dan 70 kamar. ’’Itu sudah sesuai petunjuk teknis dari Kementerian PUPR,’’ imbuh Soeko.

Diungkapkannya, pengajuan pembangunan rusuwa tahap kedua dinilai penting. Sebab, waiting list atau antrean warga Kota Madiun yang berkeinginan menempati rusuwa cukup banyak. Bahkan, disperkim mencatat ada sekitar 100 orang lebih yang masuk daftar tunggu. ’’Jadi, waiting list-nya masih banyak yang pengin menempati rusuwa itu,’’ tuturnya.

Soeko mengatakan, rusuwa merupakan salah satu strategi pemerintah pusat maupun daerah untuk mengurangi kawasan kumuh. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang belum memiliki rumah.

Di samping itu, sebagai langkah mengentaskan kemiskinan, terutama bagi masyarakat yang menempati aset pemerintah. Misalnya, di Jalan Puter. ’’Rencana kami, rusuwa tahap kedua berada di samping rusuwa tahap pertama. Masterplannya sudah ada, rencananya akan ada tiga tower block,’’ jelasnya. (her/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close