Advertorial

Pemkot Madiun Matangkan Perencanaan Ring Road Timur

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pembangunan Jalan Ring Road Timur (JRRT) Kota Madiun memasuki tahap perencanaan. Yakni didahului dengan pemasangan patok di titik koordinat lahan terdampak JRRT, Selasa (27). Pemasangan patok yang dilakukan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) melalui tim surveyor dimulai di titik 0 km pintu masuk di sekitaran PG. Rejo Agung.

Selanjutnya patok dipasang per 100 meter menyesuaikan hasil feasibility study (FS) atau studi kelayakan yang telah selesai dikerjakan tim kajian Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya awal September lalu. Adapun patok tersebut dipasang melewati sejumlah desa dan kelurahan.

Yakni Kelurahan Patihan, Tawangrejo, Kelun (jalan eksisting), Rejomulyo, Pilangbango, Kanigoro, Banjarejo, dan Kelurahan Demangan. Serta tiga desa di Kabupaten Madiun. Yakni Tempursari, Munggut, dan Sidorejo.

Kepala DPUTR Kota Madiun, Suwarno mengatakan, pemasangan patok ditargetkan selesai satu bulan ke depan. ‘’Ini masih perencanaan pengadaan tanah, kemarin sudah kami sosialisasikan ke lurah dan LPMK kalau ada pertanyaan dari masyarakat ini hanya memasang patok dan mengukur saja nanti kalau dokumen perencanaan pengadaan tanah selesai tahun depan kita kasih ke gubernur untuk dilakukan penetapan lokasi (penlok),’’ katanya.

Suwarno menyebut, dalam perencanaan dokumen pengadaan tanah yang nantinya dikirim ke gubernur, telah tercantum detail by name by address pemilik tanah. Jika gubernur meneken usulan itu, masuk ke tahapan selanjutnya yakni persiapan. Gubernur membentuk tim persiapan dan disahkan melalui surat keputusan (SK) gubernur. Tugas tim tersebut melakukan sosialisasi ke pemilik lahan.

Jika tahapan tidak menemui kendala selanjutnya dilakukan pembebasan lahan. Tahapan itu dijadwalkan tahun 2022 mendatang dengan menggandeng tim appraisal untuk menghitung nilai jual objek pajak (NJOP). Dilanjutkan penyusunan detail enginering design (DED) per segmentasi, yang diperkirakan dikerjakan tahun 2023.

Sementara pekerjaan fisik sekaligus pelaksananya langsung dihandel pemerintah pusat. Anggaran yang dibutuhkan untuk pekerjaan fisik mencapai Rp 600 miliar bersumber dari APBN. Suwarno memastikan anggaran tersebut akan turun jika seluruh proses di daerah telah tuntas. ‘’Sebab, megaproyek ini telah diatur melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80/2020,’’ ungkapnya.

Wali Kota Madiun Maidi mengatakan sebelum tutup tahun, perencanaan administrasi maupun lapangan dimatangkan. Setelah itu barulah diketahui lahan mana saja yang bakal dilalui jalan semibebas hambatan tersebut. Kelak, patok dan foto udara dipajang di billboard simpang Rejo Agung. ‘’Agar seluruh masyarakat tahu,’’ ujarnya.

Setelah ini, Maidi segera berkoordinasi dengan Bupati Ahmad Dawami. Mengingat, tiga desa di Kabupaten Madiun itu turut terdampak Ring Road Timur. Meliputi Tempursari, Munggut, dan Sidorejo di Kecamatan Wungu. Jika saudara muda (Kota Madiun) dan saudara tua (Kabupaten Madiun) duduk bersama, multiplier effect ring road timur dapat dinikmati kedua daerah bertetangga ini. ‘’Nanti duduk satu meja, ring road timur harus disambut sukacita,’’ tuturnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button