Advertorial

Pemkot Madiun Lanjutkan Pembangunan Lapak UMKM Tahap Dua

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Program kelurahan mandiri di Kota Madiun dimanja modal besar. Sebelumnya pemkot telah mengucurkan anggaran Rp 7 miliar untuk pembangunan lapak usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di 27 kelurahan. Tahun ini Rp 7,13 miliar kembali dialokasikan untuk melengkapi dan melanjutkan lapak UMKM.

Wali Kota Madiun Maidi mengklaim lapak UMKM di kelurahan membawa manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Utamanya dalam menggerakkan sektor ekonomi akar rumput dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN) sesuai arahan pemerintah pusat. ‘’Jadi, sawah tetap berjalan seperti biasa, cuma di tengah sawah ada ikon untuk kegiatan ekonomi,’’ kata Maidi usai rapat evaluasi persiapan pelaksanaan lanjutan pembangunan lapak kelurahan 2021 di GCIO, Senin (15/3).

Maidi mengungkapkan, setelah pembangunan lapak UMKM di kelurahan, pendapatan warga setempat cukup tinggi. Itu menjadi salah satu indikator roda ekonomi berjalan. Sehingga, kebijakan pemulihan ekonomi berbasis intervensi lokal itu perlu disempurnakan. ‘’Banyak yang ingin berjualan di lapak UMKM kelurahan,’’ ujarnya.

Anggaran Rp 7,13 miliar dibagi ke 27 kelurahan. Tiap kelurahan besarannya variatif menyesuaikan kebutuhan. Perinciannya, Kecamatan Taman dijatah Rp 1,72 miliar untuk 9 kelurahan, Kecamatan Kartoharjo Rp 2,80 miliar untuk 9 kelurahan, dan Kecamatan Manguharjo Rp 2,60 miliar untuk 9 kelurahan. ‘’Bulan ini sudah mulai pengembangan,’’ ungkapnya.

Total Rp 14,13 miliar anggaran selama dua tahun untuk pembangunan lapak UMKM kelurahan. Terkait pengembangan, Maidi menyerahkan inovasi pada setiap kelurahan. Harapannya, mengangkat potensi kelurahan. ‘’Anggaran yang sudah dikeluarkan diselesaikan,’’ ucapnya.
Untuk lapak yang belum sesuai rencana bakal dibantu. Wali kota menyiapkan tim lintas organisasi perangkat daerah (OPD) untuk membantu mendesain serta mengangkat potensi yang ada. ‘’Harapannya dapat berjalan sesuai rencana untuk mewujudkan kelurahan mandiri,’’ tuturnya.

Maidi menyebut, beberapa lapak layak jadi percontohan dan memiliki potensi menarik wisatawan serta dikelola dengan manajemen baik oleh warga kelurahan. Di antaranya, Kelurahan Kelun dengan Joglo Palereman berkonsep tempo dulu. Di lapak itu bakal dikembangkan untuk kolam pancing serta penambahan spot lainnya.

Di Kelurahan Klegen bakal dikembangkan tembus sampai Jalan Nusa Penida. Sedangkan Banjarejo dikoneksikan dengan Jalan Manisrejo. Serta lapak UMKM Josenan nantinya dilalui jalur wisata sepeda etape 25 kilometer. ‘’Ada beberapa yang memiliki potensi, jadi bisa mendorong kelurahan lain mengembangkan lapaknya masing-masing,’’ pungkasnya. (kid/her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button