Advertorial

Pemkot Madiun Galakkan Vaksinasi Lansia Door to Door

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kelompok berisiko tinggi mendapat perhatian khusus. Pemkot mengerahkan tim vaksinator turun gunung door to door memberikan suntikan vaksin antikorona bagi lanjut usia (lansia). Utamanya lansia ngebrok yang memiliki keterbatasan akses mobilitas menuju lokasi vaksinasi.

Wali Kota Madiun Maidi menyebut lansia menduduki prosentase sebesar 75 persen dalam kasus kematian akibat Covid-19. Karena itu Maidi menginstruksikan tim vaksinator melaksanakan vaksinasi lansia. Selain mempermudah, menurut dia upaya itu sekaligus memberikan perlindungan dari sisi kesehatan terhadap lansia. ‘’Semua lansia cukup telepon, saya siapkan tim 12 akan menyerbu dari rumah ke rumah. Ada juga lansia ngebrok,’’ kata Maidi saat meninjau vaksinasi di Kelurahan Manisrejo, Taman, Rabu (6/10).

Pada sisi lain, upaya itu disebutnya demi menekan angka kematian yang menjadi salah satu indikator level pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Sembari menyelam minum air, langkah itu juga turut mempercepat capaian vaksinasi lansia yang juga turut menjadi indikator. ‘’Yang vaksin saya beri sembako juga,’’ lanjutnya.

Untuk menuju PPKL level 1, capaian vaksinasi lansia minimal 60 persen untuk dosis pertama. Kota Madiun kurang enam persen saja dari syarat tersebut. Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes-PPKB) Kota Madiun Denik Wuryani membeberkan total ada 23.000 lansia yang menjadi sasaran vaksinasi. Saat ini telah tercapai 12.000 sasaran, prosentasenya sekitar 54 persen. ‘’Untuk mengejarnya kita vaksinasi di kelurahan, posyandu, dan door to door,’’ kata Denik.

Upaya lain vaksinasi turut dilakukan saat dalam agenda kerja malam hari wali kota. Mulai cangkrukan maupun Salat Isya’ berjamaah. Dalam vaksinasi tersebut turut dilakukan rapid test (RT) antigen masal gratis. Untuk deteksi dini kondisi kesehatan warga. ‘’Mudah-mudahan dengan cara itu kekurangannya dapat segera tercapai,’’ ujarnya.

Terkait jenis vaksin lansia, Denik mengatakan digunakan vaksin AstraZeneca. Alasannya mengikuti instruksi Kemenkes RI. AstraZeneca diklaim memiliki efikasi lebih tinggi ketimbang vaksin Sinovac. Diharapkan dapat menekan angka kematian pada lansia. ‘’Interval waktu penyuntikan 12 minggu atau 3 bulan setelah suntikan pertama,’’ pungkasnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button