Advertorial

Pemkot Madiun Bangkitkan Semangat Belajar Siswa dengan Outdoor Learning

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Minat belajar siswa di Kota Madiun digenjot. Salah satunya lewat pelaksanaan pembelajaran di luar kelas atau outdoor learning. Kebijakan itu mulai diberlakukan dinas pendidikan, Selasa (6/4). Pesertanya seluruh siswa kelas VII dan VIII SMPN.

Sistem pembelajaran di luar kelas ini diberlakukan sebagai tindak lanjut atas usulan orang tua siswa. Mereka meminta pemkot membuat alternatif selain pembelajaran jarak jauh. Tujuannya guna mengurangi kejenuhan siswa belajar di rumah selama pandemi Covid-19. ‘’Outdoor learning sementara hanya diikuti siswa SMP. Sedangkan, untuk siswa SD nanti dilakukan bertahap,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati.

Outdoor learning itu digelar di 14 titik lokasi. Di antaranya Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun, Ngrowo Bening, Taman Kelir, Perhutani, SunCity Festival, Taman Hutan Kota, GOR Wilis dan Lapangan Gulun. ‘’Pembelajaran daring tetap lanjut. Tapi diselingi dengan outdoor learning. Karena belajar secara daring mungkin anak-anak sudah jenuh, jadi kami coba dengan kegiatan ini,’’ jelas Lismawati.

Sementara itu, Wali Kota Madiun Maidi tak menampik pemberlakuan outdoor learning ini merupakan hasil usulan dari orang tua yang kemudian diimplementasikan oleh dinas pendidikan. Kendati demikian, dia berpesan penerapan protokol kesehatan tetap harus diperhatikan selama kegiatan itu berjalan. ‘’Jadi semua ikut mengawasi. Kalau ada siswa yang tidak taat protokol kesehatan, maka dieliminasi. Besok tidak boleh mengikuti outdoor learning dan melaksanakan daring dari rumah,’’ terangnya.

Dirinya mengaku puas saat memantau pelaksanaan perdana pembelajaran di luar kelas di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun pada Selasa pagi. Selanjutnya, kegiatan itu akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan kondisi di lapangan. ‘’Saya berharap ini bisa menjadi pilot project bagi daerah lain,’’ harap mantan Sekda Kota Madiun tersebut.

Peserta outdoor learning Jemina mengaku senang dengan dilaksanakannya pembelajaran di luar kelas tersebut. Karena dapat menerima pembalajaran langsung dari guru dengan konsep yang lebih menyenangkan. Selain itu, dia merasa gembira dapat bertemu temannya kembali setelah terpisah hampir setahun karena penerapan belajar daring saat pandemi Covid-19. ‘’Kalau secara tatap muka seperti ini pembelajarannya jadi mudah. Beda ketika lewat daring, karena terkadang materi yang diberikan oleh guru belum bisa dipahami oleh siswa secara utuh,’’ ungkap siswa SMPN 2 Madiun itu. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button