AdvertorialMadiun

Pemkot Madiun Bakal Manfaatkan Lahan Kosong Jadi Kebun Sayur

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Sejumlah lahan kosong yang termasuk dalam aset Pemkot Madiun coba dimanfaatkan. Seperti lahan seluas satu hektare di depan rusunawa di Kelurahan Nambangan Lor, Kecamatan Manguharjo.

Sesuai rencana lahan tersebut bakal dimanfaatkan sebagai sentra perkebunan dan pertanian. Nantinya lahan tersebut akan dikelola oleh kelompok tani untuk meningkatkan ketahanan pangan daerah.

WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Wali kota Maidi mengatakan selama pandemi kebutuhan masyarakat akan bahan pokok meningkat. Namun demikian, hal tersebut tidak didukung dengan ketersediaan stok di pasar.

Karena itu, menurutnya, pemanfaatan lahan kosong tersebut menjadi tempat produksi pertanian dan perkebunan sangat tepat. Sebab, dinilai bisa menekan angka inflasi. ‘’Yang saya khawatirkan tiga bulan ke depan inflasi cari barang nggak ada. Maka lahan tidur (kosong) semuanya kami hidupkan,’’ katanya, Jumat (3/7).

WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Maidi menyebut ada sekitar 20–30 hektare lahan kosong yang telah dimanfaatkan di Kota Madiun. Bahkan, 18 hektare di antaranya telah dikelola oleh kelompok tani. Sementara puluhan hektare lainnya sudah ditanami padi dan tebu. ‘’Kemudian yang lahan tidur ini nanti akan ditanami cabe, bawang merah, tomat, timun, terong, dan kacang panjang. Itu lengkap semua,’’ ungkapnya.

Untuk mempercepat pengolahan lahan, Maidi menyatakan pemkot bakal memberikan fasilitasi. Seperti pemberian pupuk dan proses pengairan. ‘’Saya gratiskan tidak usah menyewa. Karena nanti dibeli oleh masyarakat kita semua. Enam bulan yang lalu 10 hektare sudah jadi. Sekarang sudah panen bagus,’’ ujar mantan Sekda Kota Madiun itu.

WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Lebih lanjut, Maidi berharap masyarakat Kota Madiun ke depan bisa lebih hidup mandiri dan tidak bergantung ke daerah lain dalam mencukupi kebutuhan bahan pokok. Baik itu saat pandemi Covid-19 maupun ketika musim kemarau tiba. ‘’Kami inisiatif untuk menanam sendiri dan pasok untuk kebutuhan masyarakat Kota Madiun sendiri,’’ tuturnya.

WS HENDRO DISKOMINFO FOR RADAR MADIUN

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Madiun Muntoro Danardono mengaku masih akan mensosialisasikan terkait rencana tersebut kepada kelompok tani. Pihaknya bakal menyampaikan tawaran untuk mengelola lahan tersebut. ‘’Kami bicara dengan kelompok tani dulu. Sanggup apa tidak mereka menanam sayur. Kalau nggak sanggup nanti pak wali kota menyarankan memperkerjakan petani dari luar. Tapi, sepanjang mereka sanggup bisa dikerjakan petani dari Kota Madiun,’’ terangnya. (her/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close