Madiun

Pemkot Madiun Anggarkan Rp 2,6 M Beli Seragam Batik bagi 3.250 ASN

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Anggaran sekitar Rp 2,6 miliar dikeluarkan Pemkot Madiun untuk keperluan pengadaan seragam batik ASN. Bahkan, proses pengadaan kain batik tradisional dengan bawahan warna hitam serta jilbab bagi pegawai perempuan telah naik lelang.

Kabag Umum Sekretariat Daerah Kota Madiun Gembong Kusdwiarto mengatakan, pengadaan batik untuk 3.250 ASN itu sebetulnya telah dianggarkan pada tahun lalu. Hanya saja terimbas refocusing. Sehingga, kembali dialokasikan pada tahun anggaran 2021. ‘’Saat ini, prosesnya sudah di LPSE. Itu sebenarnya pengadaan seragam tahun lalu dan memang hak-nya pegawai. Terus tahun 2020 di-refocusing semua. Kemudian dianggarkan (kembali) tahun ini,’’ katanya, Selasa (24/8).

Sesuai rencana awal, standar kain batik yang digunakan berjenis katun. Sehingga, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 2,6 miliar. Tapi, setelah melalui sejumlah pertimbangan spesifikasi pengadaan kain batik kemudian diganti menjadi jenis polyster. Dengan begitu kebutuhan anggarannya lebih murah. Bahkan, dia menyebut harga penawaran sementara (HPS) dibuka di kisaran Rp 1,1 miliar. Namun, nilai tersebut berlum termasuk ongkos jahit. ‘’Waktu itu memang standar kainnya jenis katun. Itu perencanaan semula. Tapi, kemudian diganti kain polyster yang nilainya hampir separo lebih murah,’’ ujar Gembong. (her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button