Pacitan

Pemkab Pacitan Tetap Usulkan Normalisasi Grindulu ke Pusat

Tanam Akar Wangi Cegah Abrasi

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Hujan sudah turun meski tidak setiap hari. Namun, sedimentasi Sungai Grindulu terlihat jelas. Sungai terpanjang di Pacitan itu makin dangkal dan alirannya tak beraturan.

Selain itu, bibir sungai yang bermuara di Pantai Pancer Door tersebut banyak mengalami abrasi. Sehingga, mengancam beberapa rumah penduduk yang berada di pinggir sungai. ‘’Kita sudah beberapa kali mengajukan normalisasi ke pemerintah pusat, tapi sampai saat ini belum dinormalisasi,’’ kata Wakil Bupati (Wabup) Pacitan Yudi Sumbogo Jumat (28/2).

Bahkan, dampak abrasi Sungai Grindulu telah merusakkan puluhan hektare lahan pertanian dan perkebunan warga. Sebagai bentuk upaya pencegahan, ratusan akar wangi atau vetiver ditanam di sekitar aliran Sungai Grindulu oleh seluruh stakeholder di Pacitan kemarin. ‘’Ini pilot project kita, nantinya akan kita lakukan lagi dengan jumlah yang lebih banyak. Termasuk, ini juga (menjalankan) instruksi dari presiden (Jokowi),’’ ujar politisi Partai Demokrat itu.

Wabup berharap jenis tanaman tersebut bisa menggantikan fungsi talut sungai sebagai penahan abrasi. Apalagi, penanaman akar wangi lebih efisien dibandingkan membangun talut yang membutuhkan anggaran besar. ‘’Karena itu, kami berencana membeli tanaman ini dalam jumlah besar. Selanjutnya, warga bisa mendapatkan tanaman untuk ditanam sendiri,’’ terang mantan anggota DPRD periode 2014–2019 itu.

Menurutnya, fungsi tanaman vetiver banyak. Selain sebagai sarana penahan abrasi, akar wangi dapat dijadikan kerajinan tangan seperti pewangi ruangan. ‘’Orang zaman dulu sudah menggunakan tanaman ini untuk pengharum ruangan atau lemari pakaian,’’ tuturnya. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button