Pacitan

Pemkab Pacitan Ngotot Bangun Bandara

Sempat Ditolak Mabes TNI AU

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Penolakan pembangunan bandara perintis dari TNI-AU tidak membuat pemkab putus asa. Bupati Indartato ngotot megaproyek itu dapat terealisasi. ‘’Sampai kini kami masih melakukan pendekatan,’’ kata Indartato Senin (28/9).

Rencana pembangunan bandara sempat didukung Gubernur Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, proyek itu telah disampaikan ke DPR RI. ‘’Kalau kami lihat, transportasi ini penting. Khususnya untuk meningkatkan ekonomi Pacitan,’’ ujar bupati Pacitan dua periode tersebut.

Wacana pembangunan bandara sudah muncul sejak 2011 lalu. Saat itu diusulkan ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkuasa. Anggaran pembebasan lahannya di-cover pemprov. Nilainya mencapai Rp 40 miliar. Lokasinya di Desa Ngadirejan, Kecamatan Pringkuku. Namun, semua usulan tersebut ditolak oleh Mabes TNI-AU.

Penyebabnya tak lain karena Pacitan termasuk kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP). Selang sembilan tahun kemudian pemkab berniat melakukan negosiasi ulang dengan TNI-AU. ‘’Kami berupaya terus, demi menyejahterakan masyarakat Pacitan,’’ jelas Indartato.

Kepala Dishub Pacitan Wasi Prayitno menambahkan, keberadaan bandara perintis bermanfaat bagi pengembangan ekonomi daerah. Misal sebagai moda transportasi cepat untuk ekspor lobster. ‘’Selain berfungsi meningkatkan sektor pariwisata, juga dapat menunjang ekspor,’’ terang mantan kadisparpora itu. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close