Pacitan

Pemkab Pacitan Kuras APBD Rp 20 M Tangani Korona

Diambilkan dari DAK dan DAU

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Pencegahan pandemi Covid-19 di Pacitan menguras banyak anggaran. Pemkab menargetkan dapat menyedot dana sebesar Rp 20 miliar dari APBD untuk memperkuat pencegahan persebaran dan percepatan penanganan virus korona. ‘’Semoga minggu ini sudah jadi dan bisa disahkan di tingkat yang lebih atas agar segera bisa dimanfaatkan,’’ kata Bupati Pacitan Indartato Selasa (7/4).

Kebutuhan anggaran itu naik dari perkiraan awal. Sebelumnya hanya Rp 10 miliar. Namun, karena khawatir merasa tidak cukup, alokasi anggaran itu diputuskan ditambah.

Kepala daerah dua periode itu menjelaskan, anggaran tersebut selanjutnya bakal digunakan untuk beberapa hal. Seperti pengadaan alat pelindung diri (APD) serta pemberian bantuan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). ‘’Khususnya mereka yang penghasilannya harian. Dapat hari itu, dimakan hari itu, habis. Ini yang harus kita pikirkan,’’ ujar bupati yang akrab disapa Pak In tersebut.

Dengan adanya kebijakan refocusing itu, Pak In tak menampik berdampak pada program pembangunan daerah yang sebelumnya sudah direncanakan. Karena alokasi anggaran penanganan Covid-19 itu diambilkan dari dana alokasi khusus (DAK) serta pemotongan 10 persen dana detail engineering design (DED) pada dana alokasi umum (DAU).

Dia menambahkan, sebagian anggaran itu nantinya juga dipakai untuk membiayai operasional isolasi orang dalam pemantauan (ODP) di Wisma Atlet. ‘’Wisma atlet itu tentu kita upayakan semaksimal mungkin, termasuk jalannya gimana dan fasilitasnya seperti apa,’’ terang Pak In.

Setelah kebutuhan anggaran sudah tersusun, menurut dia, yang paling penting selanjutanya adalah validasi data calon penerima bantuan. Supaya bantuan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.

Sebagai langkah awal, Pak In menerangkan bahwa pemkab akan melakukan pembaruan data warga miskin. Dengan begitu, terdapat perbedaan klasifikasi penerima bantuan dari pusat dengan Grindulu Mapan. ‘’Apalagi dengan wabah seperti saat ini, sudah kita tugasi tim Grindulu Mapan untuk mendata kembali,’’ kata suami Luki Tri Baskorowati tersebut.

Sementara, sampai dengan kemarin Satgas Penanganan Covid-19 Pacitan mencatat ada 8.976 orang dengan risiko (ODR), 407 orang dalam pemantauan (ODP), dan lima pasien dalam pengawasan (PDP). (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close