Ngawi

Pemkab Ngawi Petakan Klaster Sumber Penularan

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Strategi baru coba diterapkan Pemkab Ngawi untuk memutus penyebaran Covid-19. Yakni, melakukan skrining awal menggunakan rapid test terhadap warga yang berpotensi membawa virus korona masuk daerah setempat.

Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono berharap bulan ini menjadi puncak pandemi Covid-19 di Ngawi. Setelah itu, jumlah kasusnya diharapkan melandai atau bahkan menurun. ‘’Harus dicari klaster mana saja yang berpotensi membawa virus,’’ ujarnya Minggu (17/5).

Kanang menyebut bahwa pasar, perbankan, pabrik, dan pendatang dari luar daerah berpotensi menjadi klaster penyebaran Covid-19. Karena itu, pemkab mengeluarkan edaran terkait kewajiban semua bank melakukan rapid test karyawannya. Pun, akhir pekan lalu pemkab melakukan tes cepat secara acak pedagang beberapa pasar dan posko penyekatan di perbatasan.

‘’Kalau orang yang berisiko tinggi menyebarkan virus ini segera diketahui, kami yakin tidak akan terjadi ledakan kasus korona di Ngawi,’’ papar pria yang juga ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan (TGTPP) Covid-19 Ngawi tersebut.

Jika Mei ini klaster yang berpotensi menyebarkan virus sudah terpetakan, lanjut Kanang, akan dilakukan treatment supaya tidak terjadi penambahan jumlah kasus. Setelah angkanya melandai, diyakini tren selanjutnya bakal menurun. ‘’Setelah berhasil diturunkan, baru dihabiskan supaya zero lagi,’’ ungkapnya.

Kanang mengatakan, saat ini sudah tersedia sekitar 2 ribu alat rapid test. Selain di rumah sakit, peranti tersebut juga disebar ke beberapa organisasi perangkat daerah (OPD). Jika masih kurang, pemkab bakal melakukan pengadaan lagi. ‘’Sekarang sedang diorder lagi,’’ ujarnya.

Khusus klaster pasar, rapid test dilakukan secara acak. Sasaran utamanya pedagang luar daerah, terutama dari zona merah. ‘’Virus ini kan tidak bisa masuk melalui udara, tapi dari orang yang membawanya. Makanya harus diseleksi betul siapa saja yang masuk Ngawi,’’ tegasnya.

Selain melakukan tes cepat secara acak, Kanang mewajibkan orang dari luar daerah yang hendak masuk Ngawi membawa surat kesehatan dan hasil rapid test dari tempat asalnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close