Ngawi

Pemkab Ngawi Isolasi Terpadu Pasien Komorbid

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Konsep penanganan pasien Covid-19 kembali berubah. Dari sebelumnya berfokus pada isolasi mandiri kini menjadi isolasi terpadu. Pemkab Ngawi menyiapkan 10 puskesmas sebagai fasilitas perawatan tersebut.

Perubahan tersebut menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat bersamaan perpanjangan PPKM level 4. ‘’Tujuannya mengurangi persebaran virus korona dan fatality rate,’’ kata Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, Selasa (27/7).

Ony menerangkan, isolasi mandiri hanya untuk penderita Covid-19 sehat walafiat. Selain tidak bergejala dan tanpa komorbid (penyakit penyerta), pun usianya tergolong muda. Sebaliknya, pasien tanpa gejala namun memiliki penyakit penyerta dan lanjut usia akan masuk isolasi terpadu. ‘’Lewat isolasi terpadu, pengawasan lebih optimal,’’ ujarnya.

Sepuluh fasilitas terpadu itu antara lain Puskesmas Ngawi Purba, Padas, Gemarang, Mantingan, Ngrambe, Pangkur, Kasreman, Gerih dan Walikukun. Ony mengatakan, kesepuluh puskesmas itu terbagi dalam tiga kategori pasien. Yakni, khusus mantan pekerja migran Indonesia (PMI), ibu hamil positif Covid-19, serta pasien tidak bergejala namun rentan. ‘’Masing-masing puskesmas disediakan 10 hingga 15 bed,’’ ungkapnya. (sae/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button