AdvertorialNgawi

Pemkab Ngawi Dua Kali Pertahankan Predikat A

Atur Strategi Perjuangkan Target AA

BALI, Jawa Pos Radar Ngawi – Akuntabilitas kinerja Pemkab Ngawi selama 2019 lalu terbukti jempolan. Buktinya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) kembali mengganjar predikat A atas hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). ‘’Sebenarnya kami menargetkan bisa naik menjadi AA, tapi meraih predikat A ini saja sudah menjadi prestasi yang sangat bagus,’’ kata Bupati Ngawi Budi ”Kanang” Sulistyono Senin (27/1).

Pada evaluasi SAKIP 2018 lalu, Pemkab Ngawi sudah berhasil menaikkan predikat dari BB menjadi A. Keberhasilan itu, diakui Kanang, menjadi motivasi untuk terus meningkatkan sistem kinerja pemerintahannya. Tujuannya bukan hanya untuk mendapatkan nilai SAKIP yang lebih baik, tapi juga demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. ‘’Keinginan itu (menaikkan menjadi AA, Red) pasti ada. Makanya ke depan kami akan terus berusaha untuk meningkatkan kinerja pemerintah supaya lebih baik lagi,’’ harapnya.

Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengakui bahwa predikat yang didapat belum peningkatan. Dari A menjadi AA. Meski begitu, terdapat kenaikan di sisi penilaian. Pada evaluasi SAKIP 2018 lalu, nilai yang berhasil dikoleksi mencapai 80,29. Sedangkan yang baru saja diterimanya naik menjadi 80,69. ‘’Untuk mencapai predikat AA, nilainya minimal harus 90,’’ ujar Ony.

Ony menambahkan, dari hasil penilaian yang dilakukan oleh Kemen PAN-RB itu ada indikator yang menurun. Terutama terkait outcome dari sejumlah program yang dilakukan Pemkab Ngawi. Misalnya mengenai program penanggulangan kemiskinan. Menurut dia, outcome dari program tersebut masih perlu digenjot lagi. ‘’Kami harus bisa memperbaikinya, terutama desain dengan datanya,’’ tutur Ony.

Mengenai harapan meningkat menjadi predikat AA, Ony menyebut itu memang sudah menjadi keinginan dan akan terus diperjuangkan ke depannya. Karena itu, setelah menerima hasil evaluasi di Ballroom Hotel Inaya Putri, Bali, kemarin, pihaknya langsung berdiskusi dengan sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD). Kebetulan, selain dirinya juga ada beberapa kepala OPD yang mendampingi. Di antaranya, Sekda Ngawi Mokh. Sodiq Triwidiyanto, Kepala Bappelitbang Indah Kusumawardahni, dan Inspektur Inspektorat  Yulianto Kusprasetyo. ‘’Kami akan menyiapkan sejumlah strategi yang akan ditindaklanjuti berikutnya,’’ paparnya.

Perlu diketahui bahwa di Jawa Timur atau bahkan di seluruh Indonesia, hanya ada lima daerah yang berhasil menerima predikat A terkait penilaian SAKIP. Peringkat pertama diraih Banyuwangi, lalu Gresik, Lamongan, Ngawi, dan Situbondo. Bagi Pemkab Ngawi sendiri, penghargaan SAKIP itu merupakan yang kelima kalinya diraih berturut-turut sejak 2015 lalu. Dan pada penilaian SAKIP 2019 lalu, pemkab berhasil mempertahankan predikat A. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close