Ngawi

Pemkab Ngawi Dampingi 178 Anak Korban Covid-19

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Sosial (Dinsos) Ngawi mencatat 178 anak di bawah 18 tahun menanggung derita akibat Covid-19. Mereka kehilangan orang tua untuk selama-lamanya karena terpapar virus korona. ‘’Dampak psikologis anak yang ditinggalkan orang tua akibat Covid-19 cukup berat,’’ kata Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Ngawi Yunika Nur Prasetyaningtyas, Selasa (12/10).

Yunika memerinci, 12 dari 178 anak menjadi yatim piatu karena ditinggalkan bapak dan ibunya. Lalu, 88 anak kehilangan bapak (anak yatim) dan 76 anak kehilangan ibu (anak piatu). Psikis anak korban Covid-19 kian terguncang karena pengaruh ekonomi. Sebab, tidak ada lagi yang menafkahi. ‘’Ada orang tua tunggal yang harus berjuang sendirian membesarkan anak,’’ ujarnya.

Pendampingan psikologis sangat diperlukan untuk setidaknya meringankan beban anak. Tidak sekadar menimang sayang, melainkan juga menyemangati. Perjuangan hidup harus dilanjutkan. ‘’Penyembuhan rasa traumatik agar anak bisa keluar dari kesedihannya,’’ jelas Yunika.

Dinsos hingga kini telah memberikan pendampingan kepada 71 anak. Mereka berasal dari Kecamatan Ngawi dan Paron. Dua wilayah dengan korban anak Covid-19 terbanyak. ‘’Kegiatan pendampingan baru dimulai Senin (11/10). Nantinya dilakukan secara menyeluruh,’’ ucapnya. (sae/c1/cor/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button