Magetan

Pemkab Magetan Isolasi Anggota Keluarga Korban Positif Covid-19

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan — Kebijakan mengisolasi keluarga korban positif virus korona dilakukan Pemkab Magetan. Hal itu disampaikan langsung oleh Bupati Suprawoto dalam keterangan persnya di Pendapa Surya Graha, Sabtu (14/3). Kebijakan itu sengaja ditempuh agar penularan virus bernama lain Covid-19 tersebut tidak semakin meluas.

Sebelumnya, pemkab menyatakan ada seorang warga mereka yang meninggal karena virus korona setelah menjalani perawatan di RSUD dr Moewardi, Surakarta. Korban berjenis kelamin laki-laki dan berusia 59 tahun itu kemudian dimakamkan di Magetan pada Rabu (11/3) lalu.

Hasil dari contact tracing didapati 10 anggota keluarga korban pernah berkontak fisik dengan yang bersangkutan semasa masih dirawat di Surakarta. Hanya saat itu pemeriksaan spesimen korban belum diketahui. Sementara, hasil laboratorium baru keluar pada Jumat (13/3) lalu yang menyatakan korban positif virus korona.

Soeprawoto mengatakan, saat ini kesepuluh anggota keluarga korban itu sudah diambil sampel darah dan nasofaring oleh Dinkes Jatim untuk kemudian dikirim ke Balitbangkes Kemenkes. Mereka adalah anak, cucu, menantu dan empat saudara korban. Termasuk istri korban yang saat ini sedang dirawat di RSUD dr Soedono, Kota Madiun. “Keluarga korban sekarang diisolasi di rumahnya,” katanya.

Lebih lanjut, Soeprawoto menyatakan keluarga korban bakal diisolasi selama 14 hari ke depan. Mereka juga diawasi ketat kesehatannya oleh tim dari Dinkes Magetan. Untuk sementara, pihaknya menyarankan agar warga tidak mengunjungi keluarga korban dalam waktu dekat ini. Hal ini berkaitan dengan acara selamatan selama tujuh hari ketika ada tetangga mereka yang meninggal dunia. “Keluarga korban akan mendapatkan pengawasan puskesmas. Setiap hari akan dicek,” katanya.

Sampai dengan kemarin, kesehatan seluruh anggota keluarga korban dalam kondisi baik. Kecuali istri korban yang mengeluh sakit demam, batuk dan pilek. “Istri korban masih dinyatakan suspect karena hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar. Tapi, sudah ada penanganan,” jelas Suprawoto.

Menyikapi kasus ini, Kang Woto -sapaan akrab Suprawoto- mengingatkan agar masyarakat tidak panik. Mereka diminta untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Dia juga menyarankan agar warga secepatnya memeriksakan diri ketika mengeluh sakit demam, batuk dan pilek sekaligus mengurangi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu. Hal itu sebagai bentuk antisipasi penyebaran Covid-19. “Yang penting warga tidak usah panik. Dihadapi karena ini sudah terjadi,” ungkap mantan Sekretaris Kementerian Kominfo tersebut.

Sementara itu, Kabid P2PL Dinkes Magetan Didik Setyo Margono mengungkapkan kalau dua dari sepuluh anggota keluarga korban masih berstatus pelajar. Keduanya bahkan masih menjalani rutinitas belajar di sekolah mereka kemarin. Didik mengaku belum bisa memberikan rekomendasi untuk meliburkan mereka. Karena hasil pemeriksaan laboratorium keduanya belum keluar. “Lihat dulu perkembangannya seperti apa,” katanya. (bel/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button