MejayanPendidikan

Pemkab Madiun Tunggu Petunjuk Pusat Mengenai Masuk Sekolah

Belajar di Rumah tanpa Tenggat

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Bupati Madiun Ahmad Dawami tidak menyertakan batas waktu perpanjangan belajar di rumah bagi pelajar SD/SMP sederajat. Sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Nomor 420/341/402.011/2020 tentang Perpanjangan Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran di Rumah.’Diperpanjang sampai ada kebijakan lebih lanjut,’’ kata Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Kabupaten Madiun Mashudi Minggu (14/6).

Selama pandemi Covid-19, Kaji Mbing, sapaan bupati, telah mengeluarkan lima SE mengenai belajar di rumah. Empat di awal selalu disertakan tenggat berlakunya kebijakan tersebut. Misalnya, SE 420/173/402.011/2020 berakhir 19 April dan diperpanjang hingga 1 Juni lewat turunnya SE 420/190/402.011/2020. ‘’Sebaran Covid-19 di Kabupaten Madiun saat ini belum memungkinkan bagi para pelajar kembali masuk sekolah,’’ ujarnya.

Hingga kemarin petang, ada 33 kasus positif korona di kabupaten ini. Sebanyak 22 di antaranya sembuh dan diperbolehkan pulang. Sisanya 11 pasien masih dirawat. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Madiun Soelistyo Widyantono menyatakan, zona merah masih melekat pada kabupaten ini. Petunjuk dari pemerintah pusat mengenai kapan dimulainya kegiatan belajar-mengajar di sekolah masih dinanti. ‘’Yang jelas (belajar di rumah atau sekolah) kami siap mengawal, sudah jadi tanggung jawab,’’ katanya.

Menurut Soelis, sapaan akrab Soelistyo Widyantono, tiadanya kasus positif di sejumlah kecamatan tidak memengaruhi penormalan KBM. Sebab, acuannya tingginya mobilitas masyarakat hingga berpotensi menyebarluaskan korona. ‘’Kebijakan memulai kembali pembelajaran di sekolah ini sifatnya nasional,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Dikbud Klaim Siap KBM Virtual sampai 2021

ENTAH keputusannya KBM virtual atau di kelas, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun mengklaim siap menjalankan. Formulasi pelaksanaan keduanya telah dirumuskan. ‘’Kami siap misal belajar di rumah sampai Januari tahun depan,’’ kata Kabid Pembinaan SMP Dikbud Kabupaten Madiun Hendro Suwondo Minggu (14/6).

Hendro menyebut, penyelenggaraan KBM di rumah termasuk menyiapkan teknis kurikulumnya. Mulai perangkat mata pelajaran, program pendidikan, hingga rancangan pelajaran. Media belajar bervariasi. Bila pemerintah pusat melalui tayangan televisi, pihaknya memanfaatkan siaran radio. Ada pula platform belajar yang bisa diakses siswa. ‘’Beberapa sekolah sudah menerapkan Google Classroom. Bagi wilayah tidak terjangkau internet, ada yang jemput bola,’’ paparnya.

Perihal kemungkinan KBM di kelas, dikbud membagi waktu masuk siswa pada pagi dan siang. Supaya jaga jarak fisik bisa maksimal karena terbatasnya ruang kelas sejumlah satuan pendidikan. Selain itu, aturan tambahan seperti menyiapkan dan menambah tempat cuci tangan. ‘’Kami siapkan pula tenaga pendidik sampai tata cara orang tua mengantar dan menjemput anak,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close