Mejayan

Pemkab Madiun Rencanakan Pilot Project Ganjil-Genap Enam Pasar

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Sistem ganjil-genap pasar tradisional tengah dimatangkan Pemkab Madiun. Selain arahan Pemprov Jawa Timur menyambut era tatanan baru atau new normal, pelaksanaan konsep itu demi memaksimalkan penerapan jaga jarak di pusat perekonomian rakyat. ‘’Kami upayakan diberlakukan di semua pasar,’’ kata Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun Indra Setyawan Selasa (2/6).

Indra menyebut, enam dari total 20 pasar umum direncanakan sebagai pilot project. Enam pasar itu: Mlilir, Caruban, Dolopo, Sukolilo, Pagotan, dan Sambirejo. Proyeksi enam pasar itu mempertimbangkan spesifikasi pasar, luasan lokasi, dan kesanggupan pedagang untuk melaksanakannya. ‘’Pasar dengan tingkat transaksi jual-beli yang tinggi akan menjadi prioritas rencana ganjil-genap,’’ ujarnya.

Sistem berdagang yang baru dengan membagi hari berjualan. Nantinya setiap pedagang diberi nomor urut. Dalam satu hari, hanya pedagang bernomor ganjil yang berjualan. Hari berikutnya giliran pedagang nomor genap. ‘’Begitu seterusnya secara bergantian,’’ terang mantan kepala badan pendapatan daerah tersebut.

Indra menuturkan, penerapan physical distancing di pasar rakyat bukan perkara gampang. Selain melibatkan banyak orang dengan berbagai tingkat kepatuhan, kendala juga datang dari keterbatasan ruang. Terutama pedagang lesehan yang tempat berjualannya tanpa pembatas. Sehingga, kerumunan sulit dikendalikan ketika ramai pembeli. ‘’Kesadaran pedagang sangat penting dalam menerapkan ganjil-genap,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close