Mejayan

Pemkab Madiun Ogah Bentuk Perumda Porang

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Belakangan sempat mencuat wacana pembentukan perusahaan umum daerah (perumda) untuk pengelolaan porang di Kabupaten Madiun. Ternyata, itu hanya rumor. ‘’Soal perumda untuk porang, itu tidak mungkin,’’ kata Bupati Madiun Ahmad Dawami, Sabtu (15/5).

Porang memang sedang jadi primadona di Kabupaten Madiun beberapa tahun terakhir. Pada 2020 terdapat 5.263 hektare lahan porang. Berlipat-lipat dibandingkan 2017 yang hanya 1.484 hektare. Kendati demikian, pemkab setempat tidak berkeinginan untuk mengedepankan profit oriented perihal porang.

Misalnya, dengan mendirikan perumda untuk mengelola tanaman jenis umbi-umbian tersebut. ‘’Porang itu untuk masyarakat. Yang merasakan manfaatnya juga harus masyarakat dalam hal ini petani porang,’’ ungkap Kaji Mbing, sapaan bupati.

Kaji Mbing menyampaikan, salah satu fokus pemkab saat ini adalah intervensi terhadap investor. Dengan tujuan, nilai ekonomis porang tetap terjaga serta ada stabilitas harga. ‘’Pemkab juga sudah mengambil langkah penting dengan mematenkan varietas Porang Madiun 1. Ke depan, masalah lisensi atau pengurusan sertifikat, pemkab juga akan memfasilitasi,’’ tandasnya. (den/c1/sat/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button