Mejayan

Pemkab Madiun Coret Belasan Proyek Infrastruktur

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun pusing tujuh keliling. Bagaimana tidak, organisasi perangkat daerah (OPD) itu mesti mencoret belasan proyek infrastruktur tahun ini.

Pencoretan itu buntut terpangkasnya jatah anggaran yang cukup besar untuk penanganan pandemi Covid-19. ‘’Ya, ada beberapa proyek yang harus kami tepikan dulu karena kondisi anggaran yang tidak memungkinkan,’’ kata Kepala DPUPR Kabupaten Madiun Gunawi, Senin (17/5).

Tak tanggung-tanggung, terpangkasnya anggaran DPUPR tahun ini Rp 101 miliar lebih banyak dibanding jatah anggaran sebelum pandemi. Jika sebelum pandemi biasanya mendapat Rp 170 miliar, akibat pemotongan jatah dari pemerintah pusat serta refocusing, tahun ini kantong anggaran OPD tersebut hanya terisi Rp 69 miliar. ‘’Baik proyek dengan sumber dana dari DAU (dana alokasi umum, Red) maupun DID (dana insentif daerah), akan ada yang belum bisa dikerjakan tahun ini,’’ ungkapnya.

Pemilahan telah dilakukan DPUPR untuk menentukan mana proyek yang sekiranya dapat ditunda. Untuk proyek yang bersumber DAU, Gunawi menyebut sejumlah sektor yang kemungkinan besar bakal dicoret. Di antaranya, perbaikan jembatan Balerejo menuju arah Desa Kebonagung serta peningkatan ruas jalan Tiron-Banjarsari di Kecamatan Madiun.

Proyek dengan anggaran yang bersumber DID tidak ketinggalan kena coret. Proyek sumur sibel untuk pertanian, misalnya, tahun ini bakal hilang tiga titik. Selain itu, rehabilitasi saluran pembuang atau afur serta perbaikan drainase jalan. ‘’Menepikan sejumlah proyek ini dilakukan karena situasi dan kondisi saat ini. Juga sesuai petunjuk pusat untuk penanganan Covid-19. Jadinya harus memilih proyek prioritas dari yang prioritas sesuai perencanaan yang dilakukan sebelumnya,’’ urainya.

Gunawi menyebut, belum bisa dikerjakannya sejumlah proyek tahun ini bukan berarti ditinggalkan begitu saja. Proyek-proyek tertepikan itu tetap memungkinkan dieksekusi. Sebagai misal, ketika akhir tahun nanti ketika ada perubahan anggaran keuangan (PAK). ‘’Harapannya bisa dilaksanakan kembali jika ada PAK, kemudian dilanjutkan di tahun anggaran berikutnya,’’ ucap Gunawi. (den/c1/isd/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button