Mejayan

Pemkab Madiun Aktif Melacak Santri Reaktif

MEJAYAN, Jawa Pos Radar Caruban – Pasien positif Covid-19 di Kabupaten Madiun berpotensi bertambah. Menyusul 10 orang diketahui reaktif virus itu berdasar hasil tes cepat atau rapid test. Pemeriksaan itu dilakukan kepada 104 santri Ponpes Temboro, Karas, Magetan, yang pulang kampung.

Bupati Madiun Ahmad Dawami menerangkan, 10 santri itu telah mendapat tindakan medis lebih lanjut. Selain dirawat di rumah sakit, swab-nya juga diambil untuk uji laboratorium. Sedangkan puluhan santri yang nonreaktif diminta isolasi mandiri di rumah selama 14 hari. ‘’Karena reaktif itu artinya mendekati positif,’’ katanya.

Kaji Mbing, sapaan akrabnya, tidak memungkiri kemungkinan bertambahnya santri reaktif di luar yang telah diperiksa pekan lalu. Sebab, pihaknya masih terus melakukan pelacakan. Di sisi lain, Pemkab Magetan tidak memberitahukan jumlah santri asal kabupaten ini yang telah dipulangkan. ‘’Kami melakukan pelacakan dari bawah lewat informasi dari pemerintah desa dan kelurahan,’’ terangnya. 

Pemkab memberlakukan kewaspadaan terhadap potensi penularan korona dari klaster Temboro. Keaktifan warga melaporkan keberadaan seseorang yang baru pulang kampung sangat penting. ‘’Banyak hal tak terduga terjadi. Saya berharap seluruh masyarakat tetap tenang, tapi juga waspada dengan menjalankan protokol kesehatan,’’ tutur bupati. (den/c1/cor)

Pasien Keempat Tak Bergejala Korona

PASIEN keempat terkonfirmasi positif Covid-19 setelah sebulan berlalunya pelatihan pendampingan haji di Sukolilo, Surabaya, pertengahan Maret lalu. Tempo itu melebihi perkiraan masa inkubasi korona selama 14 hari.

Juru Bicara Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Madiun Mashudi menerangkan, lamanya konfirmasi itu karena tenggat uji laboratorium. Hasilnya keluar setelah sepekan lebih swab pasien pria 36 tahun itu diambil 14 April lalu. ‘’Terkonfirmasi positifnya Jumat (24/4),’’ katanya Minggu (26/4).

Mashudi menyebut, pasien asal Kecamatan Saradan itu segera melakukan isolasi mandiri. Setelah rekannya asal Desa/Kecamatan Geger yang juga menjadi peserta pelatihan diketahui tertular lebih dulu. Perawat di RSUD Caruban itu sempat dua kali dites cepat atau rapid test sebelum uji swab. ‘’Informasinya, pasien keempat ini juga tidak menunjukkan gejala-gejala korona,’’ ungkapnya.

Pasien kini diisolasi di RSUD Caruban. Petugas medis dari dinas kesehatan (dinkes) berusaha melakukan pelacakan interaksi fisik dan sosial aparatur sipil negara (ASN) itu. Mulai lingkungan tempat tinggal dan tempat kerjanya. Tindakan antisipatif itu perlu dilakukan kendati pasien diketahui hanya dua kali ke rumah sakit. ‘’Anak-istrinya diminta isolasi mandiri,’’ ujarnya.

Menurut Mashudi, tracing membutuhkan waktu hingga lima hari. Tempo itu didasari pelacakan pasien positif pertama yang kini telah sembuh. ‘’Tracing harus teliti supaya tidak ada yang kelewatan,’’ kata kabag humas dan protokol setdakab tersebut. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close