Ngawi

Pemkab Bandrol Sewa Ruko Plaza Ngawi Rp 46 Juta

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana memoles Plaza Ngawi semakin mengerucut. Pemkab mengklaim sebanyak 10 pengguna kawasan pertokoan itu sudah bersiap pindah setelah menggunakan hak pakai selama 20 tahun sejak 2001 silam. ‘’Masa kontrak akan berakhir 17 Agustus nanti,’’ kata Kabag Umum Sekretariat Daerah Ngawi Supardi Selasa (9/2).

Supardi menjelaskan, di Plaza Ngawi total terdapat 13 ruko yang masing-masing berukuran 6,4 x 14 meter. Dalam perjanjian, pembangunan ruko dibebankan kepada pihak kedua dengan desain yang telah ditentukan. ‘’Pembangunan (ruko) maupun biayanya ditanggung mereka sendiri,’’ paparnya.

Pihak kedua hanya dibebani kontribusi sebesar Rp 46 juta yang diangsur dua kali untuk menggunakan hak pakai aset pemkab tersebut. Di sisi lain, retribusi tahunan yang harus mereka bayar terbilang murah. Di tahun pertama hanya Rp 1 juta. Tahun berikutnya cuma bertambah Rp 100. ‘’Tahun lalu mereka membayar retribusi terakhir sebesar Rp 2,9 juta,’’ ujarnya. (mg3/her)

Pandemi Covid-19 tidak membuat pengajuan dispensasi menikah di Bumi Orek-Orek menurun. Sebaliknya, justru meningkat signifikan. Catatan Pengadilan Agama (PA) Ngawi, sepanjang 2019-2020 terjadi kenaikan permohonan dispensasi nikah hingga 300 persen alias lipat tiga dibanding tahun sebelumnya.

Humas PA Ngawi Ludiansyah mengatakan, pada 2019 permohonan dispensasi nikah yang masuk ke lembaganya hanya 65. Sementara, sepanjang tahun lalu mencapai 199. Alasan warga mengajukan dispensasi nikah didominasi hamil duluan. Selain itu, perubahan aturan usia minimum perkawinan menjadi 19 tahun. ‘’Paling banyak bulan Juli, ada 33 permohonan,’’ ungkapnya Selasa (9/2).

Dia menambahkan, perubahan usia minimum pernikahan dibarengi dengan adanya aturan tambahan. Pihak calon pengantin perempuan usia di bawah 16 tahun dan laki-laki kurang dari 17 tahun disarankan menggandeng lembaga perlindungan anak untuk mendapat pendampingan.

Ditanya pengajuan permohonan dispensasi nikah sepanjang Januari lalu, Ludiansyah menyebut sebanyak 33. Dari jumlah tersebut, 20 di antaranya telah diputus. ‘’Tidak ada unsur keterpaksaan menjadi salah satu pertimbangan dikabulkannya pengajuan dispensasi nikah,’’ ujarnya. (mg6/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button