Pacitan

Pemkab Bakal Kabulkan Tambahan Alat Fogging

PACITAN – Serangan demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi setiap tahun tetap jadi atensi Pemkab Pacitan. Pasalnya, penyakit mematikan akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti tersebut meresahkan masyarakat. Terlebih sejak awal 2019 hingga saat ini lebih 200 penderita terserang. Jumlah tersebut meroket ketimbang tahun sebelumnya pada periode sama. ‘’Kami terima usulan penambahan alat fogging jika dibutuhkan,’’ kata Sekretaris Daerah Kabupaten Pacitan Suko Wiyono kemarin (20/2).

Jika dilihat dari manfaatnya, dia menilai tambahan alat fogging untuk pemberantasan nyamuk masuk skala prioritas. Sehingga, jika dinas terkait mengajukan tambahan alat tersebut bakal dikabulkan. Hanya, unsur skala bakal jadi pertimbangan. ‘’Dari pemkab, setiap penyusunan APBD maupun perubahannya, menerima berbagai usulan dalam program skala prioritas OPD (organisasi perangakat daerah, Red),’’ ujarnya.

Namun, terkait anggarannya Suko belum memastikan. Pihaknya masih menunggu pengajaun dari dinas kesehatan (dinkes) setempat. Tak hanya harganya, jumlah pengajuan pun bakal dipelajarinya. Meski dia berharap alat tersebut segera ditambah mengingat tingginya permintaan fogging. ‘’Saat ini belum ada (pengajuan, Red),’’ ungkap Suko.

Selain banyak permintaan, Kabupaten Pacitan yang kerap jadi langganan DBD juga ingin diantisipasi. Meski dalam beberapa pekan terakhir dapat dikendalikan. Terlihat dari kasus yang kian menurun hingga pekan ketujuh lalu. ‘’Pekan ketujuh ada 11 kasus. Turun dari pekan keenam 32 kasus dan pekan kelima 55 kasus. Total hingga pekan ketujuh tercatat 228 kasus DBD,’’ terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Eko Budiono bakal mengajukan tambahan empat unit alat fogging. Pertimbangannya, alat fogging yang dimiliki saat ini hanya enam unit. Jumlah tersebut diklaim masih dapat meng-cover se-Pacitan. Namun, pihaknya kesulitan sumber daya manusia (SDM) profesional untuk mengoperasikan alat pengasapan. ‘’Kalau terlalu sering menghirup asap fogging juga berbahaya bagi kesehatan petugas,’’ papar Eko. (mg6/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button