Madiun

Pemkab Ajukan Ulang Proposal PLTMH-PLTS ke Pemprov

MADIUN – Pemkab kalah dalam perburuan bantuan pengadaan pembangkit listrik. Pemprov Jawa Timur memilih menyalurkan dana alokasi khusus (DAK) 2019 pembangunan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) untuk daerah lain.

‘’Bukan ditolak, tapi keduluan. Kami diminta mengajukan ulang,’’ kata Kabid Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Aris Budi Susilo kemarin (25/2).

Aris telah menyodorkan ulang proposal PLTMH ke dinas ESDM Jatim kemarin. Sekaligus pengajuan baru listrik tenaga surya (PLTS). Bila disetujui, pembangunannya bakal direalisasikan ketika perubahan anggaran keuangan (PAK) 2019.

Kucuran bujet bersumber dana alokasi khusus (DAK) itu terbagi menjadi dua kegiatan. Yakni, PLTMH yang rencananya dibangun di lokasi air terjun wilayah Kepel dan Cermo, Kare, senilai Rp 450 juta. Serta sekitar Rp 150 juta untuk membangun PLTS di lingkungan Sekalus, Dusun Poleng, Desa Cermo, Kare. ‘’Kami prioritaskan PLTS demi penerangan warga Sekalus yang hidup tanpa listrik,’’ ujarnya.

Keberadaan PLTS di Sekalus untuk menggantikan rencana awal penyaluran listrik alternatif dengan PLTMH. Namun, pembangkit berwujud kincir yang dilengkapi turbin itu tidak bisa menjangkau karena wilayah Sekalus lebih tinggi. Di sisi lain, peranti PLTS jauh lebih efisien. Alat yang digunakan berupa panel untuk menyerap sinar matahari, bukan kabel. ‘’Juga pemasangan jaringan listrik PLN tidak memungkinkan. Biaya mahal karena lokasinya yang jauh,’’ paparnya.

Aris menyebut, dana Rp 150 juta itu untuk membangun PLTS kecil. Estimasinya diperoleh berdasar hasil rapat dengan dinas ESDM beberapa waktu lalu. Pertimbangannya adalah cuma ada delapan kepala keluarga (KK) yang bermukim di Sekalus.

Namun, sebetulnya peranti tersebut ada yang berukuran sedang. Biaya pembangunannya ditaksir Rp 600 juta. Sesuai ukurannya, listrik yang dihasilkan bisa untuk mengakomodasi puluhan KK. ‘’Bisa jadi difasilitasi PLTS sedang dengan pertimbangan kelak yang tinggal di sana bertambah,’’ ucapnya.

Dia berharap, pengajuan PLTS bisa direalisasikan. Sebab, energi listrik alternatifnya dapat menjadi solusi gelap gulita menahunnya Sekalus. DPMPTSP, kata Aris, tidak akan mengurusi persoalan pembangunannya. Mekanisme dan teknis itu hingga perawatannya kelak bakal diserahkan ke PT PLN. Pihaknya alan membuat memorandum of understanding (MoU) dengan perusahaan negara itu ketika usulan disetujui Dinas ESDM Jatim. ‘’Penerapannya sama dengan PLTMH,’’ ujar Aris.

Aris belum bisa memastikan bisa diterima tidaknya usulan. Namun, pihaknya terus mendorong pemprov untuk merealisasi. Komunikasi lewat telepon pun intens dilakukan. Dia berharap ada skala prioritas dari pemprov. ‘’Sebab Kabupaten Madiun belum pernah menerima bantuan PLTS. PLTMH terakhir kali diterima empat tahun lalu,’’ pungkasnya. (cor/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close