Advertorial

Pemdes Klagen Terbuka dalam Ikuti Monev

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Pemerintah Desa (Pemdes) Klagen patut menjadi contoh bagi desa lain dalam menerapkan transparansi anggaran. Proses administrasi, pelaksanaan, hingga pelaporan selalu disampaikan secara terbuka. Hal itu terlihat saat monitoring dan evaluasi (monev) yang digelar dinas pemberdayaan masyarakat dan desa (DPMD) di Pemdes Klagen, Kamis (17/6).

Kepala Desa (Kades) Klagen Susi Yuliana menyebut monev kemarin menyasar seluruh bidang pemerintahan desanya. Mulai dari bidang pemerintahan, pembangunan, hingga pemberdayaan ekonomi. ‘’Kami sampaikan apa adanya, tidak ada yang ditutup-tutupi,’’ ujarnya.

Keterbukaan terhadap anggaran, lanjut Susi, merupakan upayanya mewujudkan pemerintahan yang bersih. Dengan demikian, Susi berharap pembangunan desa dapat dihelat lebih maksimal. ‘’Dalam proses monev, kami selalu terbuka. Bila ada yang kurang sesuai, kami siap melengkapi,’’ terang Susi.

Kabid Pemberdayaan Pemerintahan Desa DPMD Gunendar menyebut ada 207 desa di Magetan yang wajib mengikuti monev. Lantaran jumlahnya yang begitu banyak, DPMD menggelar monev secara sampling per kecamatan. Klagen termasuk yang dipilih dari Kecamatan Barat. Menurut Gunendar, monev bertujuan memberi pembinaan kepada pemdes atas APBDes mereka. ‘’Kami berharap seluruh pemdes tertib dalam menjalankan administrasi dan mengelola keuangan desa dengan baik,’’ ucapnya. (ebo/fat/naz/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button