Pacitan

Pemdes Diminta Mendata Pelaku Perjalanan

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Gelombang pemudik dari Jakarta menyusul diberlakukannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB) disikapi serius oleh Pemkab Pacitan. Mereka meminta pemerintah desa (pemdes) mengawasi ketat warganya yang mempunyai riwayat perjalanan dari ibu kota. ‘’Harus ada pendataan,’’ kata Bupati Pacitan Indartato Rabu (16/9).

Selama ini, kasus impor mendominasi persebaran Covid-19 di Pacitan. Totalnya 38 kasus dari 98 pasien terkonfirmasi yang terdata. Kondisi itu patut menjadi perhatian. Supaya kasus Covid-19 yang saat ini sudah melandai tidak sampai terjadi ledakan. ‘’Ini hajat hidup orang banyak. Karena itu, kami tidak bisa melarang mereka pulang kampung,’’ ujar ketua Tim Gugus Tugas Penanggulangan (TGTP) Covid-19 Pacitan tersebut.

Pihaknya juga mewanti-wanti pengawasan di terminal. Karena kebanyakan di antara mereka pulang menggunakan transportasi bus dari Jakarta. ‘’Ada banyak warga Pacitan yang bekerja di Jakarta. Karena adanya PSBB ini, dimungkinkan mereka akan kembali pulang kampung,’’ kata Indartato.

Dia berharap mereka yang mempunyai riwayat perjalanan dari daerah zona merah mau menaati protokol kesehatan. Seperti menjalankan isolasi mandiri dan memeriksakan diri ke puskesmas terkait kondisi kesehatannya. Dengan harapan, kasus penularan virus korona klaster keluarga dapat dicegah. ‘’Kami harapkan protokol 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, Red) diterapkan,’’ tegasnya.

Sementara itu, berdasarkan data TGTP Covid-19 Pacitan, disebutkan bahwa jumlah pelaku perjalanan mengalami kenaikan dalam tiga hari terakhir. Seperti pada Minggu lalu (13/9), terdapat 220 warga Pacitan yang pulang kampung dari luar daerah. Kemudian Selasa (15/9) ada 259 orang. Seluruhnya dalam pemantauan petugas puskesmas. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close