Madiun

Pemberlakukan One Gate System Picu Pro-Kontra

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Kebijakan one gate system menuai pro-kontra. Sebagian menilai program itu dianggap mampu memutus rantai penyebaran Covid-19, sedangkan masyarakat lainnya justru memberatkan dari sisi ekonomi.

Dampaknya beberapa warga menjadi berang. Di Desa Klorogan, Kecamatan Geger misalnya. Warga sampai-sampai menggeruduk kepala desa (kades) setempat menanyakan efektivitas kebijakan tersebut. ‘’Saya sempat digeruduk belasan warga karena penerapan OGS ini,’’ kata Kades Klorogan Juprianto, Kamis (4/2).

Dia mengungkapkan warganya yang berasal dari dua dukuh di selatan desa sempat memprotes penerapan one gate system itu. ‘’Karena mereka harus memutar jauh untuk sekadar mau ke pasar berdagang,’’ ungkap Juprianto.

Sementara itu, di Desa Ngale, Pilangkenceng. Warga mengaku memahami esensi dari kebijakan satu desa satu pintu masuk tersebut. ‘’Awalnya sempat mengeluh. Tapi, saat ini warga sudah mulai memahami kepentingan dari kebijakan itu,’’ terang Kades Ngale Lilik Indarto. (den/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button