Advertorial

Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal

PENGEMBANGAN porang bisa meluas hingga sektor pendidikan. Komisi A DPRD Kabupaten Madiun berangan tanaman umbi-umbian itu dapat dimasukkan dalam muatan pelajaran khusus. ‘’Kami berharap Pemkab Madiun dapat memaksimalkan peran lembaga pendidikan yang ada untuk menciptakan semacam ahli porang,’’ kata Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Madiun Hari Puryadi.

Hari Pur, sapaan Hari Puryadi, menimbang keberadaan kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di Caruban. Perguruan tinggi negeri itu diharapkan bisa menambah program studi (prodi) yang setidaknya memuat mata kuliah tentang porang. Pembangunan sumber daya unggul porang juga bisa dimulai dari tingkat SMK. Ambil contoh jurusan tata boga. Peserta didik mampu berkreasi mengolah makanan dari bahan porang. ‘’Kalau kita memberi wadah, siswa dan mahasiswa tentu bisa bereksperimen atau berinovasi,’’ ujarnya.

Saat ini petani porang menjual hasil mentah dalam bentuk katak (benih) atau umbi. Padahal, tanaman bernama latin Amorphophallus muelleri itu bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Di luar makanan, ada obat-obatan dan kosmetik. ‘’Seumpama dapat diolah secara mandiri menjadi bahan setengah jadi, nilai ekonomis lebih tinggi dapat dinikmati,’’ terangnya.

Hari mengingatkan pengelolaan porang juga membutuhkan manajeman dan strategi pemasaran yang baik. Kemampuan tersebut bisa diperoleh lewat studi dan ilmu pengetahuan. ‘’Harus cepat ini. Porang dilirik banyak kalangan dari berbagai daerah karena komoditas menjanjikan,’’ beber politikus Partai Demokrat itu.

Hari Pur tidak bisa membayangkan jika kabupaten ini bisa menciptakan sumber daya unggul porang. Khususnya siswa SMK yang bisa mulai berwirausaha setelah lulus. Dengan stimulus modal usaha dari pemerintah, mereka berpeluang menciptakan lapangan pekerjaan baru. Sementara, siswa yang ingin bekerja di perusahaan, peluang diterimanya lebih besar. ‘’Sepengetahuan saya belum ada lembaga pendidikan yang fokus ke porang. Karena itu, pemkab harus menyegerakan,’’ pintanya.

Menciptakan sumber daya unggul dipandang bagian upaya mengelola porang yang lebih optimal. Komisi A bakal mendukung dan mendampingi setiap langkah eksekutif dalam menggandeng lembaga pendidikan tersebut. Menilik tahapan dan proses yang harus dilalui tidak semudah membalikkan telapak tangan. SMK, misalnya, yang berada di bawah naungan Pemprov Jawa Timur dan UNS yang kampus utamanya berada di Jawa Tengah. ‘’Karena ini yang namanya pembelajaran berbasis kearifan lokal,’’ pungkas Hari. (den/c1/cor/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button