Madiun

Pembatasan Usaha Sektor Pariwisata, Meeting di Hotel Cancel

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Madiun berujung pada pembatasan operasional sektor usaha pariwisata. Salah satunya, meeting room di hotel dibatasi 25 persen dari kapasitas. Makan di tempat di restoran pun dibatasi 25 persen dari kapasitas.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Madiun Agus Purwowidagdo mengatakan, pembatasan itu sesuai pengetatan PPKM mikro. Selain pembatasan kapasitas, jam operasional dibatasi maksimal pukul 20.00. ‘’Kalau tidak diindahkan pasti ada sanksinya,’’ kata Agus, Senin (28/6).

Aturan tersebut juga berlaku bagi tempat hiburan malam (THM), bioskop, serta sektor usaha pariwisata lainnya. Untuk pengawasan, pihaknya menyebar Pendekar Waras guna menyupervisi. Harapannya, para pelaku usaha pariwisata bisa memedomani. ‘’Okupansi pasti berpengaruh. Kami cek sampai minggu depan rate-nya berapa persen,’’ ujarnya.

Agus menyadari pembatasan ini pukulan berat bagi pelaku usaha. Apalagi okupansi hotel dan restoran yang beberapa bulan belakangan mulai pulih. Namun, pihaknya minta aturan tersebut dipahami. Termasuk insentif pajak hotel dan restoran tiga bulan yang berakhir bulan ini. ‘’Apakah diperpanjang atau seperti apa, kami komunikasi dengan bapenda, PHRI, dan pihak terkait. Sekarang baru beberapa hari diterapkan kembali pembatasan,’’ ungkapnya. (kid/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button