Madiun

Pemakaian Masker yang Salah Bisa Picu Gangguan Kulit

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemakaian masker sudah menjadi hal jamak sejak pandemi Covid-19 melanda. Terutama saat beraktivitas di luar rumah. Namun, kalangan medis mengingatkan, penggunaan masker secara terus-menerus dapat memicu gangguan pada kulit wajah.

Dokter spesialis kulit dr Dhyah Aksarani Handamari SpK menjelaskan, ada beberapa permasalahan kulit wajah yang bisa timbul akibat pemakaian masker. Mulai munculnya jerawat, dermatitis kontak, hingga yang paling parah borok pada kulit. ‘’Itu biasanya karena luka yang sampai mengeluarkan darah,’’ ujar Dhyah, Minggu (26/9).

Menurut dia, berbagai efek tersebut muncul akibat adanya tekanan pada beberapa bagian wajah saat mengenakan masker. Di antaranya, bawah mata, hidung, pipi, dan dagu. Juga area telinga akibat tekanan tali masker. ‘’Tekanan lebih besar terjadi jika bagian hidung masker ada unsur logamnya,” beber Dhyah.

Tekanan tersebut, lanjut dia, mengakibatkan area wajah yang tertutup masker cenderung panas dan lembap. Selain itu, dapat memicu penyumbatan pori-pori kulit. ‘’Perempuan yang memakai make-up tebal lebih rentan mengalami permasalahan kulit akibat penggunaan masker,’’ sebutnya.

Karena itu, Dhyah menyarankan kaum hawa memoles wajahnya dengan make-up tipis. Sedangkan bagi pemilik jenis kulit kering disarankan memakai pelembap agar kulit tidak mengalami dehidrasi.

Dia menambahkan, penggunaan masker dalam waktu lama dapat mengakibatkan kulit mengalami iritasi. Dhyah menyarankan penggunaan masker medis sekali pakai. Pun, dianjurkan empat jam sekali dilepas dan diganti. ‘’Untuk masker kain sebaiknya setelah dipakai dicuci sampai bersih,’’ tandasnya. (tr1/irs/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button