Madiun

Pelebaran Stasiun Madiun Terkendala Administrasi

Pemkot Ajukan Syarat Berat

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Kendala administrasi mengganjal pelebaran Stasiun Madiun. Semula pekerjaan fisik itu ditargetkan selesai sebelum Natal dan tahun baru (Nataru).

Vice President Daop VII Madiun Wisnu Pramudyo mengungkapkan masih ada beberapa proses administrasi yang belum terselesaikan. Seperti urusan tukar lahan (tukar guling) dengan pemkot setempat. ‘’Prediksi tahun ini selesai,’’ ujarnya.

Ada beberapa syarat khusus yang diajukan pemkot terkait tukar guling. Namun, Wisnu enggan membeberkan. Tersirat bila syarat yang diajukan itu berat. Sebab, Wisnu belum dapat memastikan, apakah PT KAI sanggup memenuhi syarat tersebut atau tidak. ‘’Kita lihat kelanjutannya nanti,’’ imbuhnya.

Sembari menanti administrasi pemindahan lahan klir, pelebaran Stasiun Madiun kini telah dimulai. Dimulai dengan perataan dan pembersihan lahan sisi selatan Jalan Kompol Sunaryo (timur pertigaan). Lahan itu disiapkan untuk pengganti jalan utama di jalur tersebut. Yakni, lahan milik PT KAI di sepanjang titik tersebut. Mulai pertigaan Jalan Biliton sampai pertigaan Jalan dr Sutomo. ‘’Perluasan Stasiun Madiun yang sedang proses ini di luar pelebaran parkir,’’ jelas Wisnu.

Rencananya jalan utama di titik tersebut digeser ke lahan 8×150 meter. Terkait luasannya, tidak ada penambahan maupun pengurangan. ‘’Kami masih berkoordinasi dengan pemkot. Pemkot juga perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait,’’ lanjutnya.

Seperti diketahui, perluasan stasiun dikhususkan untuk perluasan lahan parkir. Saat ini lahan parkir seluas 2.199,15 meter persegi belum sanggup menampung 1.000-1.500 penumpang di hari normal. Pihaknya berharap seluruh proses segera klir. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close