Madiun

Pelayanan RSUD dr Soedono Kembali Berjalan Normal

PLAFON AMBROL, 13 POLI TERDAMPAKKOTA, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan lebat disertai angin kencang akhir pekan lalu membuat sejumlah fasilitas di RSUD dr Soedono Madiun porak-poranda. Terparah, kerusakan di ruang rawat jalan. Plafonnya sampai ambrol. Sebanyak 13 pelayanan poli di lantai satu dan dua ruang rawat jalan terdampak. Dampak lainnya, satu kendaraan roda dua sempat tertimpa pohon tumbang. Pohon ayaman di tepi jalan depan rumah sakit juga tumbang. Pun sempat terjadi genangan lima sentimeter di gudang farmasi. ‘’Beruntung air lekas susut, tidak sampai merendam obat,’’ kata Direktur RSUD Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka kemarin (16/12). Rumah sakit pemerintah provinsi itu tak ingin berlama-lama menanggung dampak bencana. Pelayanan langsung dipulihkan dan kembali berjalan normal seperti biasanya. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ sebutnya. Bangun memastikan robohnya plafon di ruang rawat jalan murni tersebab bencana. Bukan karena konstruksinya yang lapuk. Sejak Oktober, rangka atap itu telah diganti dari berbahan kayu menjadi baja ringan. ‘’Kebetulan ada renovasi,’’ ujarnya. Saat hujan lebat, posisi atap masih terbuka. Para pekerja berinisiatif menutupnya menggunakan terpal. Nahas, angin berembus terlampau kencang hingga menerbangkan terpal. Guyuran air hujan langsung masuk ke dalam plafon. Lama-kelamaan plafon tidak kuat menahan hingga ambrol. Guyuran hujan kala itu disertai es. Seketika listrik padam sementara sebelum akhirnya normal kembali. Selain plafon yang baru dipasang ambrol, plafon lama di sisi utara turut ambrol. Padahal, progres pekerjaan telah mencapai 80 persen. ‘’Kami bergerak cepat melakukan pembersihan,’’ tuturnya. Bangun memastikan pekerjaan tetap dilanjutkan. Pihak rekanan tetap harus menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang tertuang dalam kontrak. Per 31 Desember mendatang. ‘’Kejadian ini juga telah kami laporkan ke pemprov,’’ pungkasnya (kid/c1/fin)

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hujan lebat disertai angin kencang akhir pekan lalu membuat sejumlah fasilitas di RSUD dr Soedono Madiun porak-poranda. Terparah, kerusakan di ruang rawat jalan. Plafonnya sampai ambrol. Sebanyak 13 pelayanan poli di lantai satu dan dua ruang rawat jalan terdampak.

Dampak lainnya, satu kendaraan roda dua sempat tertimpa pohon tumbang. Pohon ayaman di tepi jalan depan rumah sakit juga tumbang. Pun sempat terjadi genangan lima sentimeter di gudang farmasi. ‘’Beruntung air lekas susut, tidak sampai merendam obat,’’ kata Direktur RSUD Soedono Madiun dr Bangun Trapsila Purwaka Senin (16/12).

Rumah sakit pemerintah provinsi itu tak ingin berlama-lama menanggung dampak bencana. Pelayanan langsung dipulihkan dan kembali berjalan normal seperti biasanya. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ sebutnya.

Bangun memastikan robohnya plafon di ruang rawat jalan murni tersebab bencana. Bukan karena konstruksinya yang lapuk. Sejak Oktober, rangka atap itu telah diganti dari berbahan kayu menjadi baja ringan. ‘’Kebetulan ada renovasi,’’ ujarnya.

Saat hujan lebat, posisi atap masih terbuka. Para pekerja berinisiatif menutupnya menggunakan terpal. Nahas, angin berembus terlampau kencang hingga menerbangkan terpal. Guyuran air hujan langsung masuk ke dalam plafon. Lama-kelamaan plafon tidak kuat menahan hingga ambrol. Guyuran hujan kala itu disertai es. Seketika listrik padam sementara sebelum akhirnya normal kembali. Selain plafon yang baru dipasang ambrol, plafon lama di sisi utara turut ambrol. Padahal, progres pekerjaan telah mencapai 80 persen. ‘’Kami bergerak cepat melakukan pembersihan,’’ tuturnya.

Bangun memastikan pekerjaan tetap dilanjutkan. Pihak rekanan tetap harus menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat waktu yang tertuang dalam kontrak. Per 31 Desember mendatang. ‘’Kejadian ini juga telah kami laporkan ke pemprov,’’ pungkasnya (kid/c1/fin) 

Pohon Tepian Tujuh Jalan Terpantau Rawan

RAWAN TUMBANG: Petugas disperkim memangkasi ranting pohon di Jalan Biliton Senin (16/12).

ANGIN kencang yang menerjang Kota Madiun Jumat (13/12) menjadi alarm bahaya bagi pemkot. Itu menunjukkan bila manajemen mitigasi bencana yang dijalankan selama ini belum sepenuhnya aman.

Wali Kota Maidi langsung meminta disperkim untuk memetakan mana saja pohon yang rawan tumbang karena sudah lapuk dan dimakan usia. Cukup dirapikan atau harus ditebang sampai akarnya. Beberapa ruas jalan yang terdapat pohon tinggi besar langsung dirampingkan sejak Sabtu (14/12) hingga Senin (16/12). Seperti di Jalan Perintis Kemerdekaan dan Jalan Biliton, depan SMAN 2 Madiun.

Beberapa pohon yang dinyatakan rawan tumbang terserak di sejumlah titik jalan. Antara lain, di Jalan dr Soetomo, Ahmad Yani, Pahlawan, Perintis Kemerdekaan, Kompol Sunaryo, Biliton, dan Bali. ‘’Kalau di depan balai kota sudah kami potongi semua. Dan, kami tanami pohon tabebuya,’’ kata Maidi.

Di sisi lain, Maidi mengajak PLN dan Telkom untuk memetakan mana saja pohon yang dianggap membahayakan jaringan kabelnya. ‘’Nanti kami potongi semua,’’ ujar mantan sekda Kota Madiun itu.

Maidi menyebut, pohon tumbang disebabkan banyak faktor. Selain kondisinya yang sudah lapuk dan tua, pohon yang tumbuh di persawahan juga rawan tumbang. Sebab, tertanam di tanah lunak. ‘’Ada juga pohon yang memang dimakan rayap. Ini sewaktu-waktu juga rawan tumbang,’’ ungkapnya.

Maidi meminta masyarakat setempat aktif mengecek. Jika ada pohon yang lapuk dan dimakan rayap, dia meminta melaporkannya ke pemkot. Selanjutnya akan diteruskan ke disperkim agar bisa segera dipangkas. ‘’Pohon yang tua nanti akan kami ganti dengan pohon baru untuk peremajaan dan penghijauan,’’ terang Maidi. (her/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close