Madiun

Pelatihan Kerja Tertunda Korona

Pemulihan Ekonomi, Disnaker Usulkan Alokasi DID

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Calon tenaga kerja terpaksa mengurungkan niatnya untuk mengikuti pelatihan kerja. Itu setelah pemkot merealokasi anggaran Rp 950 juta untuk percepatan penanganan Covid-19.

Tak kurang dari 19 jenis pelatihan kerja yang harus ditunda. Seperti tata kecantikan, busana, rias pengantin, animasi, dan jenis pelatihan kerja lainnya. Pelatihan kerja itu sedianya untuk membekali para pencari kerja dengan skill sesuai pekerjaan yang disasar. Sejatinya, pelatihan kerja telah memasuki masa penjaringan peserta pada Januari-Maret lalu. Pendaftaran online maupun offline telah menjaring 341 calon peserta. Dari target 850 para pencari kerja. ”Terpaksa ditunda karena memang pandemi,’’ kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono.

Disnaker tetap mengupayakan pelatihan terselenggara di tahun ini. Agar para tenaga kerja yang dirumahkan akibat pandemi dapat kembali bekerja. Upaya ini merupakan bagian dari percepatan pemulihan transformasi ekonomi yang sempat terpuruk selama pandemi. ‘’Coba kami usahakan. Entah melalui perubahan anggaran keuangan (PAK) atau mendahului,’’ ujarnya.

Hingga saat ini sekitar 50 persen dari total 745 pekerja yang dirumahkan selama pandemi telah ditarik untuk bekerja kembali. Perinciannya, 50 persen dari sektor perhotelan, kuliner, dan restoran, serta 100 persen dari perusahaan ritel. ‘’Perlu upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi,’’ tuturnya.

Rencana pemulihan ekonomi itu bisa diselamatkan dari dana insentif daerah (DID) yang di tahun ini pemkot mendapatkan Rp 15 miliar. DID yang alokasinya dikhususkan untuk peningkatan ekonomi dirasa tepat untuk menyelenggarakan pelatihan kerja yang tertunda. ”Ada DID karena Kota Madiun termasuk risiko rendah persebaran. Nanti coba kami usulkan, termasuk untuk pengembangan dunia kerja yang terdampak ini,’’ ujarnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close