Madiun

Pelapisan Aspal Jembatan Branjangan Tunggu Ijin BBPJN

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Rencana perbaikan lantai Jembatan Branjangan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Madiun masih menggantung. Kabar terakhir, untuk pengerjaan pelapisan aspal jembatan itu masih menunggu izin dari Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya. ‘’Kami masih menunggu surat tertulis dari balai terkait kejelasan status aset jembatan,’’ kata Kepala DPUTR Kota Madiun Suwarno Kamis (6/2).

Karena belum ada hitam di atas putih, pihaknya belum berani melangkah. Sementara, protes dan keluhan warga terhadap jembatan itu sering muncul. Pengguna jalan menilai pemkot tidak tanggap dengan kondisi aspal lantai jembatan yang bergelombang dan penuh lubang tersebut. ‘’Kita nggak berani juga memperbaiki. Itu bukan aset kita, lalu kita nangani malah salah lagi,’’ ujar mantan kepala pelaksana BPBD itu.

Menurut Suwarno, sebenarnya tujuan pemkot baik. Tapi, secara administrasi tidak mendukung. Sebab, kewenangan pengelolaan jembatan sepanjang 150 meter itu ada pada BBPJN VIII Surabaya. ‘’Kami khawatir dipersoalkan nantinya,’’ ungkapnya.

Di samping berkomunikasi dengan BBPJN VIII Surabaya, sebelumnya bulan lalu Suwarno beserta anggota Komisi III DPRD Kota Madiun juga mengirimkan permohonan kepada Kementerian PUPR untuk memperbaiki jembatan yang bukan tanggung jawabnya. Hanya, upaya itu tidak disetujui. Karena pemerintah pusat tak mengakui Jembatan Branjangan sebagai aset mereka.

Karena itu, Suwarno berharap surat resmi dari BBPJN VIII Surabaya cepat turun. Dengan surat tersebut, perbaikan bisa segera dilakukan. Bukan hanya pada lantai jembatan, tapi tak menutup kemungkinan sampai rekonstruksi. Sebab, jembatan yang menghubungkan antara Kota dan Kabupaten Madiun itu belum pernah mendapatkan perbaikan sejak dibangun pada 1992 silam. ‘’Sehingga kalau resmi, semua tidak ada yang menganggap asetnya dia, ya di-handle kota. Karena demi kepentingan masyarakat banyak,’’ terangnya.

Selain Jembatan Branjangan, Jembatan Manguharjo juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Sebab, kondisi jembatan itu sama. Belum pernah mendapat perbaikan besar sejak kali pertama dibangun. Sementara, volume kendaraan yang melintas di jembatan sepanjang 110 meter tersebut terus meningkat. ‘’Untuk Jembatan Manguharjo masuk dalam list rencana perbaikan pemerintah pusat. Jadi, sebenarnya ada dua usulan yaitu Jembatan Branjangan yang terkendala status aset dan satunya Jembatan Manguharjo,’’ jelas Suwarno. (kid/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button