Madiun

Pelantikan Pengurus PWI Madiun 2019-2022

Wujud Keseriusan Organisasi Wartawan

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Di era ini, siapa pun dapat mendirikan media dengan mudah. Namun, seberapa lama sanggup bertahan? Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur Ainur Rohim saat sambutan acara pelantikan PWI Madiun Kamis (12/12).

Pengurus PWI Madiun periode 2019-2022 dilantik di Pendapa Muda Graha, Kabupaten Madiun. Ketua dijabat oleh Siswowidodo (pewarta foto LKBN ANTARA), sekretaris dijabat Jumali (Jatim Pos), dan bendahara oleh Dwi Kriswanto (JTV Madiun).

Ainur juga mengingatkan agar pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab. Sebab, beban yang dipikul terhitung berat. ‘’Jika ternyata nanti sebulan sudah bikin malu, mending dibubarkan saja,’’ kata Ainur.

Pernyataan tegas itu dilontarkan Ainur bukan tanpa alasan. Kepengurusan yang baru dilantik harus mampu menjaga marwah organisasi pers yang didirikan sejak 1946 silam. ‘’Semua pengurus harus dapat menjaga marwah organisasi,’’ ujarnya.

Dia menceritakan perjalanan pers dari masa ke masa. Ditarik mundur ke belakang, selama 32 tahun profesi tersebut dikekang Orde Baru. Pers harus menjadi anjing penjaga (watchdog), bukan sebaliknya. Memasuki era 90-an performa media semakin berkembang. Hingga era 2000-an gelombang online masuk. Industri media harus mengikuti perkembangan. Untuk mengolaborasikan semua platform mulai suara, video, hingga tulis, kuncinya harus terus belajar. ‘’Insan pers wajib mengikuti perkembangan zaman dengan bekal kompetensi,’’ tegasnya.

Sejak 2011 lalu, PWI telah meluncurkan program uji kompetensi wartawan (UKW). Total 27 UKW digelar berhasil meluluskan 1.100 peserta. UKW itu digelar tanpa dipungut biaya. ‘’Tujuannya untuk upgrade pengetahuan. Ada juga beasiswa,’’ tuturnya.

Ditarik mundur ke belakang, PWI juga telah menyelenggarakan lomba karya hasil reportase sejak 1970-an. Lomba itu ditujukan meningkatkan motivasi untuk menghasilkan berita. ‘’Kami ucapkan selamat dan apresiasi untuk pihak terkait yang telah mendukung,’’ ucapnya sembari menyebut pelantikan tersebut merupakan ke-27 di wilayah Jatim.

Siswowidodo, ketua PWI Madiun terpilih, dalam sambutannya mengatakan bahwa pelantikan itu seolah mengobati kerinduan. Sebab, nyaris sepuluh tahun PWI Madiun vakum. Padahal dulu PWI Madiun menjadi pengurus pusat se-eks karesidenan. ‘’Dulu Madiun menjadi pusat bagi daerah tetangga,’’ kata pewarta foto LKBN ANTARA itu.

Dia menegaskan PWI Madiun bersifat egaliter dan inklusif. Wartawan dari media apa pun dapat bergabung di PWI Madiun. Dia berharap pelantikan kepengurusan baru ini menjadi wujud keseriusan dalam memenuhi kebutuhan informasi bagi masyarakat. ‘’Semoga serius dan dapat memenuhi kebutuhan,’’ harapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button