Madiun

Pelanggar Protokol Kesehatan Sidang di Depan Balai Kota

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Hardianto pasrah digelandang petugas memasuki pelataran Sumber Umis Senin siang (14/9). Seperti sudah tahu kesalahannya, warga Patihan, Manguharjo, itu bergegas memarkirkan Honda Scoopy kemudian menunjukkan identitasnya.

Setelah identitasnya tercatat, Hardianto berjalan menuju ruang sidang di depan Plaza Madiun. Selayaknya di pengadilan, dia pun berhadapan langsung dengan ketua majelis hakim Endratno Rajamai, jaksa penuntut umum (JPU), dan saksi. Dalam persidangan itu, Hardianto mengaku lupa tidak mengenakan masker karena terburu-buru. ‘’Saya biasa lewat sini dan biasanya juga pakai masker,’’ kata Hardianto.

Setelah divonis bersalah, Hardianto berjalan menuju petugas untuk membayar denda Rp 75 ribu. Sebelum pergi meninggalkan lokasi, petugas memberinya masker untuk dikenakan seketika itu. ‘’Setelah ini akan saya ceritakan ke keluarga agar mereka mematuhi protokol kesehatan,’’ ujarnya.

Dalam kesempatan sama, Bernica Adina Putri –pendatang asal Jakarta– juga menjalani persidangan. Dia harus legawa dengan vonis denda Rp 50 ribu lantaran kedapatan mengenakan masker di dagu saat berkendara mobil bersama suaminya. Seorang pelanggar lain menjalani hukuman menyemprot fasilitas umum (fasum) di pedestrian Pahlawan. ‘’Saya tidak membawa uang untuk bayar denda yang mulia,’’ ucap pelanggar asal Magetan itu.

Sedikitnya sembilan orang terjaring Operasi Yustisi di depan Balai Kota Madiun kemarin. Para pelanggar langsung menjalani sidang di tempat setelah dilakukan rapid test antibody oleh tenaga kesehatan (nakes) RSUD Kota Madiun. Operasi melibatkan aparat kepolisian, TNI, satpol PP, dinas perhubungan, kejaksaan, dan Pengadilan Negeri Kota Madiun. ‘’Operasi ini untuk lebih mendisiplinkan masyarakat. Dari persidangan tadi, paling banyak pelanggar dari luar kota,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi.

Maidi menjelaskan, pengenaan denda disesuaikan Pergub Jatim 53/2020. Besarannya sesuai tingkat pelanggarannya. Mulai Rp 50 ribu, Rp 75 ribu, dan maksimal Rp 250 ribu jika tercatat sudah tiga kali melakukan pelanggaran yang sama. Bagi pelanggar yang tidak membawa uang untuk membayar denda, disanksi sosial sesuai Perwal 39/2020. ‘’Kami dorong mereka ikut ngerem Covid-19 dengan menyemproti disinfektan di tempat keramaian,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close