Pacitan

Pelaku Sudah Rencanakan Habisi Nyawa Korban

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – AKSI kejam Irvana Muslim terhadap Dwi Sukma Anjani, sepupunya, tak dilakukan secara spontan. Kesumat pria 23 tahun itu telah berlangsung lama sejak cintanya ditolak karena hati gadis 20 tahun itu telah tertambat pria lain. Bukan spontanitas seperti pengakuan pelaku saat kali pertama tertangkap beberapa waktu lalu.

Kasatreskrim Polres Pacitan AKP Juwair membenarkan adanya perbedaan pengakuan dari pelaku. Meski sama-sama dipicu cemburu, namun rasa kesal itu tidak muncul seketika saat pelaku melihat foto pria di handphone (HP) korban. ‘’Saat rekonstruksi, pelaku tidak memerankan adegan meminjam HP korban seperti diakuinya beberapa waktu lalu,’’ ungkapnya.

Pelaku sudah berniat menghabisi nyawa korban saat mengajaknya ke Pantai Kowang. Boleh dibilang, aksi tersebut merupakan pembunuhan berencana. Menilik pembunuhan yang minim saksi, reka ulang kasus sebagian besar mengacu pada keterangan pelaku. ‘’Tersangka sudah punya niat untuk melakukan pembunuhan terhadap korban. Sehingga mengajaknya ke tempat itu. Ini berdasarkan pengakuannya,’’ urai Kasatreskrim.

Kanitreskrim Polsek Pacitan Ipda Yuyun Krisbiantoro menambahkan, saat rekonstruksi adegan ke-9 yang mana keduanya duduk berdekatan di Pantai Patok Kowang, Sidoharjo, Pacitan, pelaku tidak mengambil maupun mendapati foto pria lain di handphone korban. Sebaliknya, pelaku diam-diam pergi ke belakang untuk mengambil batu lalu membenturkannya ke kepala korban. ‘’Pelaku sudah memendam sakit hati dan cemburu, makanya punya niatan membunuh,’’ paparnya.

Fakta terbaru itu otomatis memperberat sangkaan pasal terhadap pelaku. Dari semula pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, meningkat pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. ‘’Setelah rekonstruksi ini, penerapan pasalnya lebih kuat. Karena pembunuhan sudah direncanakan,’’ tegasnya. (gen/c1/fin/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button