KriminalitasNgawi

Pelaku Penipuan saat Hendak Kabur usai Kelabui Korban

NGAWI – Adegan bak film action terjadi di sekitar pos lalu lintas Monumen Suryo masuk Desa Pelang Lor, Kedunggalar, kemarin petang (25/2). Sejumlah petugas Satlantas Polres Ngawi melakukan penghadangan pelaku penipuan. Arif Prasetyo diamankan polisi saat hendak kabur menuju wilayah Ngawi barat dengan mengendarai motor milik korban yang dikelabuinya.

Penangkapan itu bermula dari laporan warga kepada petugas pos Banyakan yang menyebut ada seorang terduga pelaku penipuan kabur dari arah Ngawi menuju Mantingan. ‘’Petugas kemudian berkoordinasi dengan pos Monumen Suryo,’’ kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Ngawi Ipda Fredo Leonard Sianturi.

Dari koordinasi itu, lanjut dia, petugas di pos Monumen Suryo langsung melakukan penghadangan dengan cara menutup jalan menggunakan sebuah bus yang sedang melintas. ‘’Kebetulan pelaku berada di belakang bus, makanya kami hadang pakai bus itu,’’ ujarnya.

Empat petugas pos Monumen Suryo dengan cepat meringkus pelaku yang sudah dalam kondisi terpojok. Arif beserta barang bukti motor Kawasaki Ninja 250 RR nopol S 4598 LZ langsung dibawa menuju pos Banyakan. ‘’Tersangka dan barang bukti telah kami limpahkan ke Satreskrim Polres Ngawi untuk selanjutnya dilakukan proses penyidikan,’’ tutur Fredo.

Fredo menjelaskan, modus yang dilalukan Arif terbilang rapi. Awalnya pelaku menyatakan niatnya membeli sebuah motor yang dijual melalui Facebook. Arif kemudian mengajak pemilik kendaraan bertemu untuk bertransaksi. Sekitar pukul 16.00 kemarin, keduanya ketemuan di wilayah Ngrau, Bojonegoro. ‘’Pelaku beralasan mencoba motor sebelum dibeli, tapi ternyata dibawa kabur,’’ ungkapnya.

Keberhasilan polisi mengamankan Arif tak lepas dari peran Wahyu Eko Triwahyono, pelapor. Wahyu mengenali ciri-ciri motor berikut pelakunya dari akun sebuah lapak jual beli online di Facebook. ‘’Saya melihatnya waktu berhenti di lampu merah terminal (Kertonegoro, Red),’’ sebutnya.

Merasa yakin, Wahyu lantas mengejarnya, namun tidak membuahkan hasil. Akhirnya Wahyu berinisiatif melapor kepada petugas di pos Banyakan. ‘’Awalnya saya takut salah orang, tapi ternyata benar dia (Arif, Red) orangnya,’’ ujarnya.

Sementara itu, saat digelandang ke pos Banyakan, pelaku sempat mengamuk kepada sejumlah awak media yang sedang mengambil gambarnya. Warga Candipuro, Lampung Selatan, itu sengaja mengayun-ayunkan tangannya yang terborgol secara membabi buta ke arah kamera wartawan. Namun, tidak sampai berlarut setelah diredam petugas. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close