KriminalitasPacitan

Kena Gendam WNA Timur Tengah, Rp 1,5 Juta Amblas

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Diah Setyawati, karyawan minimarket Eef-Bee di Desa/Kecamatan Arjosari, ketiban apes. Warga Desa Melati, Arjosari, itu menjadi korban gendam yang pelakunya menyaru pembeli. Duit Rp 1,5 juta berhasil digondol oleh dua pelaku yang diduga warga negara asing (WNA). ‘’Satu rambut jambul merah dan satunya punya tato di lengan tangan kanan,’’ ungkap Diah ditemui di minimarket Kamis (25/7).

Diah menjelaskan, modus gendam pelaku adalah menukar uang untuk dikoleksi. Berpura-pura mencari uang pecahan Rp 100 ribu dengan nomor seri huruf IN. Modus kejahatan terbilang baru di Pacitan ini terekam CCTV. Kamera pengawas itu pula yang membuat Diah ngeh menjadi korban gendam. Setelah menemukan selisih uang ketika menghitung rekap hasil berjualan Senin lalu (22/7). ‘’Padahal kejadiannya Sabtu (20/7),’’ katanya.

Berdasar rekaman CCTV, dua pria berperawakan Timur Tengah itu masuk ke dalam toko mengikuti Diah yang baru saja membuang sampah. Layaknya pelanggan biasa, berbaris antre di kasir dengan membawa sebuah keranjang plastik warna ungu. Tiba-tiba, keduanya meninggalkan barisan dan berkeliling mencari barang. Beberapa saat kemudian kembali ke kasir. ‘’Kemungkinan mencari momen sepi pengunjung,’’ duga Diah seraya menyebut dalam potongan gambar kedua pelaku meninggalkan barisan ketika di belakangnya ada banyak pembeli dan kembali ketika sepi.

Diah menyebut, salah seorang pelaku mengutarakan niat menukar uang. Duit pecahan Rp 100 ribu dari dalam laci meja kasir lantas dikeluarkan dan dibeber di atas meja. Saat uang hendak dimasukkan kembali, pelaku menolak. Juga memintanya mengeluarkan lebih banyak uang dari laci. Sedangkan pelaku lain mengajak dua karyawan lain berfoto dan menjauh dari meja kasir. Tujuannya mengalihkan perhatian. ‘’Saya menurut saja,’’ ujarnya sembari menyebut kasus gendam ini sudah dilaporkan ke polisi oleh majikannya.

Kapolsek Arjosari AKP Sukinto Herman membenarkan kasus hipnotis yang dialami Diah. Rekaman CCTV bisa menjadi petunjuk menemukan pelaku yang diduga aksinya terencana. ‘’Tentang WNA atau WNI, masih penyelidikan,’’ katanya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button